Monday, April 15, 2013

Proud of my job: Perkenalan, kami team Recruitment


Recruitment Team

 Ide awal menulis kembali serial Proud Of My Job, saat timbul ide menuliskan tentang potongan-potongan kejadian saya dengan tim kecil. Mengapa mereka? Setelah lebih dari 13 tahun, akhirnya saya paham bahwa mereka adalah keluarga kedua. Bayangkan berapa jam sehari saya harus berinteraksi, berkoordinasi, dengan segala daya upaya berkolaborasi untuk mendorong mereka memberikan kinerja terbaik. Well, mereka manusia, saya pun manusia utamanya wanita yang konon penuh dengan kesensitifan yang harus dipahami oleh sekitar (hwa ha ha ha, egois bukan). 

Anyway, tim saya berisi 4 orang lengkap dengan kekuatan masing-masing yang akan menambal kekurangan yang lainnya. Mereka terdiri dari manusia-manusia pintar dari generasi masa kini dengan latar belakang dan cara pandang yang berbeda. Berurutan dengan waktu bergabungnya, mari saya kenalkan 1 per 1 profil mereka. 



Saya & Meimei
Mulai dari karakter pertama. Dia dipanggil Meimei, karena dia anggota termuda ke 4 (dari total 5 orang). Meimei, lulusan Psikologi, wajahnya polos, imut dan ‘bening’, tapi dia lincah seperti Cheetah (@#$%&??). Apalagi menjelang ‘siklus’nya. Hmm, jangan mencoba mengganggu jadwal Cheetah kecil ini. Kalo gak dia bisa ngamuk. Cheetah, eh Meimei, pekerjaannya sangat terorgenaiz dengan baik, well prepare, prefeksionis. Paling susah kalo nanya soal judgement ama dia, misal: Mei, kue ini enak? Dia akan bilang: uhhhmm Lumayan. Atau: Mei, cowok itu cakep gak? Dia akan jawab, uhmm biasa aja. Flat kan? Oya, Meimei sebenarnya Founder didepartemen kami. Konoon, sebelum saya, cece, Koko dan Sikecil Ning lahir didunia recrutment perusahaan ini, Meimeilah yang pertama kali masuk. Padahal dia Fresh Graduate looh saat itu, dan dia berhasil seorang diri melawan badai dan petir dimasa menunggu kedatangan kami semua (YEAAAY, APLAUSE TO MEIMEI).

Cece Culyani

Next, karakter ke 2 di Recruitment. Panggilan bekennya Cece Culyani. Just wondering, kayaknya dia lebih cocok terlahir dari Negara Api. Soal pencapaian, hmm jangan ditanya. Tooop! The Best Achiever daaah. Target Oriented. Dia gak akan nangis kalo ditegur. Dingin! Tapi kalo ada yang membahayakan pencapaiannya, dia akan panik, bahkan bisa nangis (deng-dong). Cece Culyani punya karakter mirip mercon renteng. Merconnya satu, tapi efek petasannya berenteng-renteng. Cetar-cetar-cetar-cetar. Apa maksudnya? Kalo pas duduk bareng berdua dengan Cece, siap-siap aja diberondong pertanyaan . Pertanyaannya sebenarnya 1, temannya pertanyaannya yang banyak. Kalo gak siap, otak seperti diiris-iris. Saya lebih suka menyebutnya investigasi daripada interview ha ha ha. Tapi entah kenapa, justru investigasi eh interview ala Cece-lah yang lebih menggali daripada pake metode Behavior event Interview atau Depth Interview.

Si Koko, yang cowok ya :D
Karakter ke 3, sebut dia Koko. Diantara kami berlima, dia yang paling tampan dan mempesona (ha ha ha ha). Karena dia satu-satunya lelaki diantara kita. Kami menyebut Koko adalah The Lost Boy! Gimana nggak, jadwal dinas luarnya padat merayap. Dia paling suka kalo handle kunjungan-kunjungan ke kampus-kampus yang mahasiswinya mengkilap-mengkilaps. Eittts, Koko yang satu ini sangat Family Man dan cowok setia (Hallowww), tapi gimanapun juga dia juga butuh eksistensi diri (uhukk). Oya, karena mungkin karena sadar dia adalah pria satu-satunya, atau memang karakternya, Koko ini paling sabar menghadapi emosi-emosi wanita disekelilingnya (kebayang kalo kami punya siklus yang berbeda, sementara Si Koko tidak memiliki siklus tersebut) ha ha ha, jadi siapa paling sabar dan berkorban. Koko jawabannya. Si-Koko spesialis mencari posisi-posisi yang hampir mustahil..hebatnya, dia tetap berhasil menemukannya. Congrats, Koko!
Si Bungsu
Karakter ke 4, adalah si Bungsu Farida. Dia yang paling bungsu diantara kami berlima. Dia bergabung beberapa bulan setelah Koko bergabung. Badannya paling kecil dan ramping (mungkin dia hanya setengah dari badan saya T,T). Si Kecil ini mirip kelinci Energizer (eh bukannya kelici energizer itu iklan jadul jaman saya ya?), dia bisa bekerja terus dan terus dan terus. Bahkan dia hobby membawa pekerjaan kerumah....huaaaa...huaaa..huaaaa... (harusnya saya seneng ya?). Soal asupan makanan yang masuk, dia jauh lebih banyak daripada yang saya konsumsi per porsinya. Suatu hari ketika makan bersama beginilah gaya si Bungsu: pesan Mie Ayam 1 sama Bakso Soun 1 tambah gorengan 2. Selang beberapa menit setelah 2 porsi makanannya habis, maka si Bungsu kembali memesan: mas, tambah Mie ayam 1 lagi (whatt, itu perut terbuat dari apa ya? Hmmm, sepertinya input dan outputnya sama, balance, sempurna *saya memandang dengan tatapan iri*. 

Well, itu sekilas sekilas tentang manusia-manusia unik di Departemen Rekrutmen. Cerita lainnya menyusul ya :D









5 comments:

  1. Very very brilliant way to award and to promote the team. I believe it would be a joy for your team to have you as their leader. :)

    ReplyDelete
  2. Thanks, thanks and thanks.... I am nothing without them. I am just trying to keep their weakness is irrelevant and mostly focus on their strength :D

    ReplyDelete
  3. Hahaha great team lahir dari great team effort, dan tentu saja great leader. Siapa dulu dept head nya....

    ReplyDelete
  4. Evelyn, big thanks nyempetin mampir di tulisan ini. Kebayang pas baca muncul 1 per 1 wajah mereka ya? Anyway, mereka kumpulan orang-orang pintar dari generasi sekarang. Saya cuma mempermudah prosesnya dan mengeluarkan semua isi kepala mereka supaya tetap berkarya yang terbaik...

    ReplyDelete
  5. wah... salam kenal ya untuk cece, meimei, koko, bungsu dan mba juga (bener gak ya manggilnya mba?)
    seru sepertinya ini membaca blognya. Baru dapat link dari blog mas bukik. dan... bacaan pertama ini langsung: "SERU" harus baca lagi yang lainnya.
    ya intinya sih. salam kenal dari saya.

    ReplyDelete