Friday, March 22, 2013

Value of Money


source: www.planyourescape.ca


If you want to feel rich, just count the things you have that money can not buy (Devie)

Violaaa...

Akhirnya menulis lagi. Kalo mau menggambarkan kondisi saya saat ini benar-benar sedang kelelahan secara pikiran setelah menghadiri acara Pelatihan Finance For Non Finance. Bukan kelelahan Pelatihannya, namun lebih kearah masih kebingungan dengan materi yang menggunakan terminologi-terminologi yang tidak ‘akrab’ ditelinga dan dikepala saya.

Sungguh, saya sampai bilang sama Pak Devi, sang pelatih sekaligus fasilitator Workshop: Jangan heran ya Pak kalo wajah saya so Flat (but not fix) soalnya saya sendiri sedang struggle merangkaikan peta logika bahasan baru. Termasuk mencoba mengunyah rumus-rumus baru dan menelan kedalam tubuh, untuk selanjutnya mengalir seirama dengan aliran dalam diri menjelma menjadi pemahaman baru. 

Seharian saya merasa stuck didalam sebuah kelas dan sibuk mempertanyakan: Hey, kenapa bisa lulus dari MPPO dengan prestasi akademisi yang lumayan? Apakah selama ini pengajar disana salah memberikan nilai? Lantas kalau salah, mengapa sampai berjamaah? He he he, sudahlah, setiap orang pandai dibidangnya. Yang terpenting saya masih punya nyali dan semangat untuk belajar melintas dari keilmuan dan profesi yang saya dalami. 

Anyway, mulailah pikiran saya berimajinasi membayangkan apa yang saya pelajari hari ini. Keuangan atawa Finance. Kalau boleh jujur saya menderita migrain mendadak setiap kali melihat deretan angka dan rumus-rumus logika. Jujur saja pembaca, saya anti dengan deret angka dan rumus. Tapi saya berpendapat, kalo mau maju harus melintasi batas. Saya mencoba memahami dari banyak sudut pandang sehingga bisa berpikir dan bertindak lebih bijak lagi. 


source: www.colourbox.com


Saya mulai membayangkan ilmu Finance dalam kehidupan pribadi saya. Iya lah supaya mudah buat memahaminya. Mulailah membayangkan arti uang bagi saya pribadi. Bagi saya, uang akan alat penjamin kehidupan saya dan keluarga didunia, dan sebagian dari uang atau harta yang dimiliki tentunya untuk dianggarkan keperlua non duniawi juga. 

Bagaimanapun uang harus dikelola dengan sebijak mungkin. Harus didapatkan dari sumber yang baik dengan cara yang benar pula, harus dibelanjakan dan dimanfaatkan dengan tujuan dan cara yang benar, serta disimpan sebagian untuk rencana-rencana yang benar juga. 

Oya, saya juga belajar tentang Time Value Of Money. Apa itu? Ternyata uang punya nilai waktu. Maksudnya? Well, kalau punya uang 1 juta rupiah saat ini, maka akan memiliki nilai lebih tinggi dibanding apabila uang tersebut ditangan kita dimasa yang akan datang. Mulailah saya berpikir untuk lebih bijak memikirkan investasi masa depan he he he. 

source: www.brainpop.co.uk

Apalagi yang didapat hari ini? Belajar tentang Corporate Finance dong. Meski tidak canggih, paling tidak memahami alurnya. Ternyata ilmu tersebut bermanfaat untuk alat ukur prediksi keuangan dan kinerja Perusahaan yang sehat, termasuk sebagai alat bantu pengambil keputusan investasi. Bisa diaplikasikan juga pada saat kita memiliki bisnis sendiri, bagaimana kita mendapatkan dana, bagaimana menghitung nilai bisnis perusahaan kita, bagaimana penghitungan hutang, bahkan bagaimana punya bisnis tanpa modal. Seru ya? 

Tapi jangan lupa, semuanya akan mengandung resiko. Tergantung Perusahaan tersebut mau mengambil resiko aman atau resiko agresif he he he. Semua bisa diangkakan? Tentu saja bisa. Tapi tidak ada yang absolute. Lho, kok gaya bahasa saya sudah mirip orang Finance ya? Nggak laaah, saya tetaplah orang perubahan, hanya saja mencoba memahami alur pemahaman yang baru. Saya tetap humanis kok. Tetap meyakini bahwa diatas yang namanya penghitungan capital atau modal usaha, manusia tetap penggerak itu semua. Jadi pada saat pengambilan keputusan atau mengatur sebuah operasional bisnis, pemahaman terhadap karyawan dan dampaknya terhada motivasi kerja tetap menjadi hal yang penting yang tidak bisa dipisahkan ataupun tidak menjadi prioritas. 

Jadi setelah ini apa? Setelah ini, berpikir tentang value of money..eh bukan, tetap value dalam diri manusia juga jauh lebih penting.


2 comments:

  1. Tulisanmu bagus vien dalam menyoal pelatihan financial, bisa saya bayangkan anak jurusan sastra jepang ikut pelatihan keuangan... hehehe FLAT... kayak tembok yeee...

    Terus berkarya ya vien...

    ReplyDelete
  2. @Andi: Makasiiih. Sumpah, saya pulang dengan kepala Migrain. Materi ama rekaman suaranya Trainernya masih ada. Pelan2 dipelajari ulang alur logikanya, kok bisa ada mahakarya rumus-rumus pengukur kinerja Perusahaan he he he.....Makasih, will keep create something positive. Baca tulisan yang lain yaaaa......

    ReplyDelete