Tuesday, November 20, 2012

PROUD OF MY JOB: WHAT A WONDERFUL WORLD


Yogyakarta, 2012


I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you
And I think to myself what a wonderful world.

I see skies of blue and clouds of white
The bright blessed day, the dark sacred night
And I think to myself what a wonderful world.

The colors of the rainbow so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by
I see friends shaking hands saying how do you do
They're really saying I love you.

I hear babies crying, I watch them grow
They'll learn much more than I'll never know
And I think to myself what a wonderful world
(What a wonderful world, Louis Armstrong)

Pas nulis seri ini, saya berulang kali memutar lagu ini. Liriknya benar-benar apresiatif. Bagaimana tidak, liriknya mengapresiasi apa dan siapa saja yang dilihatnya. Bahagia adalah pilihan. Pilihan kita untuk melihat segala sesuatunya dengan sudut pandang positif, menyenangkan, dan kalaupun tidak, pilihan kita untuk memandangnya dengan tersenyum, bahkan mentertawainya. 

Sama seperti profesi yang saya jalani, sebagai Recruiter untuk tingkat korporat, saya bertanggung jawab untuk pemenuhan tenaga-tenaga teknis di unit-unit yang tidak berada di satu lokasi, bahkan berbeda pulau. Tidak jarang dalam blog ini, saya banyak bercerita tentang tempat-tempat yang baru saja saya datangi sebagai oleh-oleh. 

Satu sore saya duduk-duduk dengan seorang senior. Beliau bertanya, dengan begitu banyaknya travelling yang harus jalani ditambah beban kerja, bagaimana mengatur waktu untuk tetap berperan sebagai seorang ibu sekaligus istri. Saya tersenyum dan menjawab, semuanya karena kami saling memahami dan kompromi berbagi tugas. 

Bandung, 2012

Saya memandang peran dan tanggung jawab bukan sebagai beban, melainkan sebagai seni kehidupan yang harus dijalani dengan nilai-nilai positif. Caranya? Ya selalu mencari sisi positif untuk menciptakan hal-hal baru. Pekerjaan saat ini membuat saya harus banyak melakukan perjalanan ke tempat-tempat baru. Saya menyenanginya! Selalu menyenanginya! Dan memilih untuk tetap menyenanginya.
Dulu, saya tidak suka berpergian, saya suka tidak nyaman dengan tempat-tempat baru. Saya sering khawatir dengan apa yang akan terjadi dan dihadapi ditempat-tempat yang tidak pernah dikunjungi sebelumnya. Dan semuanya hanya ada dalam pikiran kita. 

Malang, 2012


Saya mulai mencari sisi-sisi yang menyenangkan selama menjalani suatu peran. Bertemu dengan orang-orang baru, menikmati apa saja yang saya lihat, mempelajari model perilaku sosial suatu daerah, mencicipi masakan-masakan khas ditempat tersebut dana mencari sesuatu yang unik didaerah itu. 

Untuk perjalanan Dinas, tempat dimana saya bekerja saat ini memberlakukan pengaturan budget. Some of people may think it would difficult to arrange itinerary with this budget. Buat saya, hmm, lagi-lagi look on the bright side dong...... Saya jadi sangat kreatif mengatur perjalanan dinas. Buat saya, dengan budget sangat terbatas pun saya mampu menjalankan profesional dengan maksimal tanpa harus mengurangi sisi fun perjalanan itu sendiri. Saya jadi rajin browsing hotel yang sesuai, membuat rencana yang sistematis, membeli voucher melalui Travel Agen. Bayangkan kalau budget saya melimpah, secara alami saya akan meencari sesuatu yang mudah. Semakin dibatasi, kita semakin kreatif :D

Semarang, 2012

Untuk mengabadikan semua perjalanan ini, saya membawa kamera tersayang. Saya memang tergolong amatir, dan kurang canggih dalam hal fotografer, tapi okelah, paling tidak berusaha fokus dan mengabadikan momen-momen yang tidak terduga dari sisi yang kreatif. 

Solo, 2012


Apakah perlu saya ungkapkan hal-hal yang kurang menyenangkan selama melakukan perjalanan dinas? Hmm, banyak. Banyaaak sekali. Tapi biarlah cerita-cerita tersebut saya simpan sendiri, biarkan saya mengingatnya dengan tersenyum, mengingat betapa lucunya emosi saat itu. Sisanya, foto-foto yang saya abadikan saya share di blog ini. A-HA!
Makassar, 2012
 Makassar, 2012
Makassar, 2012
Denpasar, 2012
Denpasar, 2012

No comments:

Post a Comment