Friday, October 5, 2012

TENTANG SEBUAH HOBI



Sebuah percakapan ringan disatu makan siang antara saya dengan beberapa sahabat. Cerita yang membelah menjadi 2 kubu yang berbeda antara saya dengan seorang oknum bernama HHN yang berseberangan preferensi dengan oknum RAG & VS. Hmm, mungkin kalau pembacanya adalah teman sekantor atau sedivisi akan bisa langsung tebak pelaku-pelaku oknum tersebut. 

Alkisah 1 kubu yang memiliki banyak hobi, bisa hal-hal baru, yang sedang menjadi tren, atau hal yang dulu tidak bisa dilakukan karena faktor ketersediaan. Yaa, kesannya jadi kurang konsisten dalam mendalami hobinya. Konon 2 oknum di kubu ini mengaku memiliki hidup yang penuh warna, gegap gempita dan tidak datar. Efek samping perilaku dari kubu ini adalah oknum-oknum yang memiliki ‘me-time’ lebih dibandingkan orang lainnya. 


Berseberangan dengan kubu pertama, kubu kedua ‘tidak memiliki hobi’ bahkan kesulitan mendefinisikan hobi, passion serta ketertarikan mereka pada sesuatu. Ciri-ciri oknum ini adalah model yang mendefinisikan sesuatu dengan sangat datar. Kalau ditanya, apakah makanan ini enak? Mereka akan menjawab dengan sederhana: ‘Ya cukuplah’ atau ‘lumayan sih’. 

Ketika salah satu oknum dari kubu pertama mengajak nonton bioskop bareng, maka kubu lain akan bilang: “Ya, lumayan sih. Tapi sebenarnya aku gak ngebet-ngebet banget nonton...” *DENG-DONG*.

Dan disitulah sebuah dialog berlangsung. Mencari tahu hal-hal yang menarik perhatian mereka.
Apakah hobi menulis? Bernyanyi? Nonton? Makan? Masak? Atau sekedar tidur?
Mereka tetap menggeleng. 



Percakapan ditutup pada pernyataan kubu yang tidak mengaku tidak memiliki hobi dengan pertanyaan berat, “ Apakah berarti hidup kami menjadi tanpa tujuan”. Saya speechless :D

Saya, sebagai salah satu oknum dari pemilik ‘banyak hobi’ menganggap, mungkin mereka belum benar-benar memikirkan apa yang menjadi ketertarikan mereka. Atau bahkan mereka berpikir, sebenarnya mereka belum perlu memiliki sebuah hobi :D Toh hidup mereka selama sepanjang usia mereka fine-fine saja. Nothing is wrong. 
 
Diversity is unique and beautiful

No comments:

Post a Comment