Sunday, October 21, 2012

PROUD OF MY JOB: PROFESOR SEVERUS SNAPE





Trouble will find you, no matter where you go ... oh, oh
No matter if you're fast, no matter if you're slow ... oh, oh
The eye of the storm, wanna cry in the morn ...  oh, oh
You're fine for a while, but you start to lose control

He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, trouble is a friend of mine
(Trouble is a friend, Lenka)

Pas nulis artikel ini saya lagi muter lagunya Lenka, curcol, gokil dan terkesan lagunya curhat.

Sebenarnya seri Proud Of My Job ini apakah saya mau menceritakan hanya tentang hal-hal positif dari profesi yang saya jalani? Tidak, sebenarnya tulisan saya lebih kearah banyak hal-hal yang sebenarnya bisa dikategorikan ‘Trouble’ tapi saya melihatnya sebagai hal yang memang harus dijalankan karena bagian dari pematangan diri. Ujungnya teteup, membuat segala sesuatunya menjadi positif. 

Salah satunya ketika saya harus berhadapan dengan Profesor Severus Snape. Siapakah dia? Saya biarkan karakter ini menjadi misterius, demi keselamatan alam semesta dan jagad raya he he he. Setiap saat saya harus berhadapan dengan Profesor Severus *no matter where I go, oh oh* (Lenka mode on). 

Profesor Severus ini kadang ya friend, kadang trouble buat saya. Dan saya gak bisa lari dari Profesor yang satu ini. Karakternya tampak tenang, namun apa yang dia pikirkan kadang rumit dan sulit dipahami. Ibarat Ying & Yang, kami sangat berseberangan. Kadang, kebalikan kami membuat melengkapi, namun sering kali perbedaan cara pandang yang membuat kami terpisah.

Namanya juga Profesor Severus, layaknya karakter di film Harry Potter, dia seorang guru yang dingin, butuh pengakuan, datar, kadang ketus dan susah untuk menyatu dengan murid-muridnya. Itu style.....

Susahnya bagi para pengikut Profesor Severus, yang banyak tidak paham atas pemikirannya. Dia tidak mampu untuk menyampaikan maksud dan keinginannya dengan baik, dan sering tertolak dengan sukses oleh lingkungan sekitarnya. Bedanya dengan tokoh di Harry Potter, pada akhirnya ketahuan sang Severus sebenarnya berhati baik, dia cuma harus berperan sebagai ‘Bad Guy’ demi melindungi Harry Potter. Berbeda dengan Profesor Severus yang saya ceritakan, saya belum tahu endingnya :D, karena kami masih dalam perjalanan itu sendiri. Dalam hati yang paling dalam, saya percaya Profesor Severus sama seperti dalam film Harry Potter, jauh dalam hatinya menyimpan kebaikan, dan memiliki misi untuk melindungi para pengikutnya. Selebihnya? JUST ENJOY THE SHOW

No comments:

Post a Comment