Friday, June 29, 2012

TANOSHIKU BENKYO O SHIMASHO


Source: Flickr.com


Judul tulisan ini saya ambil dari kalimat bahasa Jepang yang berarti “Mari Belajar dengan menyenangkan”. Pertama kali mengenal kalimat ini pada saat saya masih di tahun pertama kuliah Bahasa Jepang. Dan kalimat ini tiba tiba serasa ter’recall’ kembali manakala saya sedang berdiskusi ringan dengan suami tentang rencana Pendidikan untuk Kinan. 


Awal diskusinya saya tergelitik dengan foto yang sedang trend terpasang di PP (picture profile) sejumlah BB dan foto-foto yang di upload di FB teman-teman saya. Banyak para orang tua yang sengaja memotret raport hasil pencapaian anaknya. Nothing is wrong. That’s great! Sebagai orang tua tentunya kita memang seharusnya bangga akan hasil pencapaian anaknya.
Pendapat secara umum, prestasi belajar anak dianggap sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan orang tua dan sebagai salah satu jalan menuju keberhasilan masa depan si-anak itu sendiri. Orang tua akan mengusahakan pendidikan yang lebih baik dari pendidikan yang telah mereka jalani sebelumnya. Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya lebih berhasil dari dia?

Raport PG Kinan

Sekali lagi tidak ada yang salah dari itu semua.
Saya mencoba membalikkan kondisi dari keinginan-keinginan serta kondisi yang indah-indah diatas. Bagaimana jika ternyata anak kita tidak berprestasi? Apa yang kita rasakan? Apa yang akan kita lakukan pada anak kita untuk meningkatkan prestasi belajarnya? Apakah kita akan berlaku keras dan disiplin agar pencapaian belajarnya maksimal? Memperketat pola belajar pada anak kita?

Halaman Muka Raport Kinan

Itulah seputar diskusi antara saya dan suami. Merefleksi dari apa yang dilakukan oleh para orang tua dan mencoba memahami dan memikirkan apa yang sebaiknya perlu dilakukan untuk anak kita. Saya secara pribadi, berusaha untuk menahan diri saya dalam membuat mimpi-mimpi yang menjadi target secara tidak langsung bagi Kinan. Memfasilitasi, yesss! Mentarget Kinan, no! It will depend on Kinan’s capability! Yang penting membuat Kinan merasa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan!

Bermain anak & ibu kupu-kupu

Memfasilitasi adalah membuat mudah. Membuat mudah Kinan belajar, membuat Kinan menyukai belajar. Tentunya belajar perlu menjadi kesenangan yang nantinya menjadi kebutuhan bagi dia. Selebihnya, biarkan Kinan dengan segala pencapaian dan hasilnya. Berarti, proses yang jauh lebih penting disini. Sure, result will follow.

Saya merefleksi diri saya. Dalam bidang akademisi, saya pernah menjadi yang paling bawah dan pernah menjadi yang paling atas. Kondisi dengan pencapaian yang paling bawah, terjadi karena saya tidak paham esensi belajar itu sendiri. Saya tidak tahu dan tidak menyukai apa yang saya pelajari. Sebaliknya, mencapai yang terbaik dalam akademisi terjadi ketika menyukai proses belajarnya, menyukai apa yang kita pelajari dan paham tujuan mempelajari hal tersebut. 

Anak & Ibu Kupu-kupu berpelukan
 
Pengalaman saya belajar tentunya tidak akan sama dengan apa yang akan dialami oleh Kinan, anak saya. Itulah yang mendasari keinginan saya untuk berusaha membuat proses belajar Kinan (dalam hal apapun) menjadi menyenangkan. Tentunya hal ini mampu mengurangi beban yang dirasakan Kinan, sampai dia sendiri memiliki kemampuan mengatasi beban yang dia hadapi dimasa datang. So (again), do not make a target for your child, pahami cara belajar yang paling disukai anak anda (misalnya dengan mendengarkan musik lembut, dsb), berikan yang terbaik untuk mendukung proses belajarnya. Terakhir, hargai apapun hasil yang dicapai anak anda. Trust me, the result will follow.
 
Mari fasilitasi anak kita untuk belajar dengan menyenangkan! Dan hasil akan mengikutinya....


No comments:

Post a Comment