Thursday, May 24, 2012

ANOTHER TRIP TO SOLO (Part 1)




Seperti biasa, ini adalah perjalanan saya sebagai Corporate Recruiter di sebuah Perusahaan Group Lokal Jawa Timur. Diantara tingginya permintaan dan tantangan, saya bersyukur memiliki kesempatan untuk melakukan Travel dari kota ke kota, Universitas ke Universitas, tentunya bisa bertemu banyak pihak, kandidat serta kejadian.


Perjalanan kali ini adalah perjalanan kesekian kalinya ke Solo, sebuah kota yang letaknya tidak begitu jauh dari Surabaya. Well, if we go by train, it should takes around 5 hours.
Again, Train is my favourite transportation for me. Ask me why? Didalam Kereta Api, perjalanan yang saya tempuh relatif lebih ‘santai’ dan atmospherenya lebih ‘cair’ dibandingkan apabila saya memilih transportasi via udara. 


 Saya berangkat ke Solo menggunakan KA. Sancaka Sore, mulai pukul 15.00 – 19.00. Sedikit berbagi, kali ini sebelah saya seorang pegawai Pajak di Jayapura. He is on annual leave, and he is so grateful cud travelling by Train, since in Irian Island, they do not have Train! *Yes, lucky I am since cud travelling by train anytime*

 


Tiba-tiba saya kok kangen sama Kopi Susu rasa Jadul ya? Serbuan Capucino dan jenis Coffee Modern lainnya membuat kita jarang menikmati Kopi Susu yang dulu sering dinikmati dimasa muda. He he he,  lebay ya? Okelah, let’s enjoy anything while when you travelling. Yes-yes, 1 gelas kopi susu rasa kuno pun saya pesan untuk menikmati Bacaan ‘time killer’ selama perjalanan Surabaya-Solo. 



SOLO, here I am

Kali ini saya tidak dapat kamar di Hotel langganan, Ibis Solo. It’s okay, waktunya browsing dan mencoba hotel baru. Saya tidak khawatirkan apapun, toh saya ada adik ipar yang siap menemani saya mengelilingi Solo. Honesty, I love this Town. *Hm, kayaknya setiap kota yang diinjak saya akan mengatakan hal itu*

Setiap perjalanan adalah menyenangkan, yang kurang lengkap hanyalah ketidak hadiran Kinan dan Hubby di samping saya *uhuk, mulai melankolis deeh*
Kembali ke Hotel. Karena Perusahaan memberikan batasan budget perjalanan Dinas, maka saya harus pintar mencari-cari Budgeted Hotel. Saya melihat hal tersebut sebagai tantangan untuk lebih kreatif dalam memilih hotel. Jadi, kalau saya harus travelling dengan biaya sendiri, koleksi Budgeted Hotel saya akan semakin banyak.


 Kali ini saya memilih Lampion Hotel, sebuah Hotel berbintang 2 di Jalan Dr. Rajiman No 289, Solo. Berapa biaya yang harus saya keluarkan. Quite cheap, only IDR 325.000/nett per night. Hemat bukan. Soal standar hotelnya...hmm, sekalipun Bintang 2, I would recommend this hotel !


Waktunya Berburu Makanan

Buat saya, Solo itu kecil dan Indah. Kuliner disini pun punya ciri khas. Kalau sebelumnya saya pernah berburu Bakso, STMJ Shi-Jack, Bebek Sambel Korek, maka saya ingin mencoba yang lain. Bestik menjadi makanan Jagoan Solo yang tidak saya temui di Surabaya. Bestik Lidah menjadi pilihan makan malam, dan....hmmm rasanya mirip semur namun dengan bumbu yang lebih ‘berani’ pada rasa manisnya. 


Tidak hanya puas pada Bestik Solo, saya meminta adik ipar saya untuk lanjut mengantarkan saya mengunjungi Galabo. Galabo merupakan singkatan dari: Gladag Langen Bogan Solo yang artinya tempatnya makanan-makanan di daerah Gladag Solo. Kalau mau mencari berbagai macam makanan cukup datang ditempat ini. Segala masakan Solo tersedia, mulai Tongseng, Nasi Liwet, Gudeg Ceker, Bestik, Selat Solo, STMJ sampai Chinese Food, Javanese Food, bahkan Pek-mpek dan Es Palu Batung.


Karena sudah kenyang dengan Bestik Solo, saya memilih makanan yang relatif ringan dan tidak mengenyangkan. Pilihan saya jatuh pada Wedang Ronde. Pas buat cuaca malam Solo yang dingin sambil diiringi Live Music- Galabos. 

 
Ok, saya akan lanjutkan perjalanan besok. Tentunya setelah pekerjaan utama selesai, maka waktunya cuci mata di PGS dan Pasar Klewer sebelum lanjut ke Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment