Friday, September 2, 2011

MUDIK KE PURWOREDJO

Dulu, setiap kali melihat tayangan Mudik Lebaran di televisi, terus terang saya bersyukur karena tidak harus melewati segala kompleksitas yang berhubungan dengan ritual mudik....mulai berdesak-desakan di Kereta Api, berebut kursi di dalam Bis, arus lalu lintas yang macet, kejahatan, kecelakaan, dsbnya –dsbnya-dsbnya...

Sampai saya bersyukur karena saya asli dari Surabaya, tinggal di Surabaya dan berdoa mendapat pasangan dari Surabaya (ya maksimal dapat dari daerah Malang...okelah).

Dan nasib berkata lain, saya berjodoh dengan orang asli Purworedjo...(he he he, pada saat saya bilang ‘I do’ lupa sama doa saya kali :D)

Anyway..mudik must go on..!




Jadilah hampir 2 tahun sekali mudik, dan pada tahun kami tidak mudik, kami akan pulang dihari yang tidak banyak ‘pesaing’ dijalanan...

Balik ke cerita mudik. Tahun ini kembali kami berlebaran di Susuk, Ngombol, Purworedjo. Sekitar 60 km arah barat dari kota Djogjakarta. Benar-benar di desa!

Konon pada dahulu kala, saat belum ada FB, Twitter, Linkedin, dan Sosmed lainnya (walah, boro2 internet, sinyal telephone aja hanya strip 1...wah, saya sudah bener-bener cari kesibukan. Jadilah suami harus mengantar sampai kota Purworedjo untuk sekedar mencari majalah Femina.

Sekarang, syukurlah, meski jaringan tersendat-sendat..paling tidak masih bisa ngintip Facebook. Dikit-dikit okelaaah

Selain itu, sekarang sudah ada Kinan...jadinya ada hiburan :D

Saya sekarang sudah lebih mengenal desa ini. Hiburan tidak hanya sebatas Majalah Femina, mbakso di Kota Purworedjo (yang harus ditempuh dalam waktu 30 menit dari rumah). Sekarang saya sudah lebih dewasa (cie-cie...)

Saya menikmati pagi hari kepasar dan menemukan hal-hal lain di Desa ini...

Ada Pasar Tradisional yang bersih dan ramah



 
Ada mbok-mbok penjual makanan yang berwajah ‘Kind Heart’ dengan sederhana melayani pembelinya



Ada makanan-makanan ringan yang ditawarkan (di Purworedjo bisa ditemukan ‘Gelangan’)


Ada Geblek (dengan aksen penyebutan mirip “jelek”) yang saya tidak (atau belum) temukan ditempat lain (Geblek: jajanan berwarna putih terbuat dari tepung kanji, dibumbu bawang putih, dan digoreng. Nikmat dimakan saat panas!)


Ada Peyek bunder dengan ‘dominasi’ kacang yang melimpah (which is quite different from Peyek made in East Java!)


Ada apalagi? Kalo kata Kinan: ada Nyonya Bebek dan anak-anaknya, ada si ‘Mooooh’, ada ‘Embeeek’, ada pekarangan luaaas untuk Kinan berlarian, ada tempat mandi di pelataran samping, dan banyak hal-hal berbeda di desa yang berbeda dengan di kota.

So when will we return back to Purworedjo? Of course not during Lebaran Festive, but definitely will return cause we miss that Village so much....

No comments:

Post a Comment