Tuesday, August 23, 2011

...... IF WE DO NOT TAKE CARE, (YES) SOMEBODY ELSE WILL....




Kemarin sore perut saya mendadak mules. Beberapa permintaan penggantian pegawai masuk ke’meja’ saya. Hmmm.... ini trend yang terjadi di Perusahaan saya (dan di Perusahaan lain tentunya). Karyawan akan bersiap meninggalkan Perusahaan, dengan mengajukan Pengunduran Diri deket-deket lebaran.

Ini momentum atau apa, entahlah....


Kasus lain....disekitar komplek perumahan....

Rumpian para ibu-ibu yang cemas bila the ‘dayang’ (ini bahasa halus penggantian istilah Housemaid atau PRT) tidak kembali pasca liburan Lebaran, dimana para dayang-dayang mudik...dan tidak kunjung kembali dengan atau tanpa alasan.

Seakan Lebaran menjadi sebuah momentum tepat untuk dua kasus diatas meninggalkan yang lama berubah ke yang baru. (Bisa disanggah, but the truth is there, he he he).

Kasus yang serupa tapi tak sama. 

Tak sama, karena mereka tentunya tidak mau disamakan (lha wong yang satu White Collar, kasus yang satu khan Housemaid. Eitsss, ini lintas kasta lhoo).

Serupa, yaaaa..bahasa kerennya khan serupa: Voluntary Resignation alias mengundurkan diri atas inisiatif sendiri. 

Ini alasan saya menuliskan judul besar diatas: Kalo kita nggak merawatnya, niscaya orang lain akan melakukannya 

So, bagaimana mengatasi fenomena ini? 

Sebagian orang terhadap dayangnya, akan memberikan iming-iming gaji naik apabila mau balik. (Mungkin) di Perusahaan punya tips lain untuk me-retain karyawannya tidak mengundurkan diri Pasca Lebaran. 


Hmm....sebenarnya kompensasi adalah stimulus yang sifatnya tidak jangka panjang. Stimulus yang diberikan, dan membuat si-penerima senang dalam batas tertentu. Setelah sekian bulan, kenaikan gaji yang diterima akan tidak terasa lagi, karena kebutuhan dan keinginan, cepat atau lambat akan mengimbangi. 

Jadi stimulus apa yang tepat?

PERLAKUAN YANG BAIK, YANG MEMBUAT ORANG-ORANG TERSEBUT MERASA DIHARGAI DAN TERLIBAT... (dan ini tidak dilakukan 1x melainkan konsisten dan kontinyu)

Murah? Ya!

Dan butuh keluasan hati untuk bisa menghargai dan melibatkan orang-orang tersebut. Ini adalah tugas kita (baca: sebagai pemberi kerja bagi para dayang, sebagai atasan bagi anak buahnya, sebagai Pengusaha terhadap para karyawannya). Dan ini dilakukan tulus.

Bahasa kerennya Engagement! Alias meningkatkan Positive Emotional Attachment.....

Kalo bahasa jawa alusnya yaaaa... Ngopeni atine wong, lan ngewongke uwong....
Bagaimana dengan stimulus yang bersifat kompensasi nyata...yaaaa...tentunya disesuaikan kemampuan masing-masing. Kalo bisa ya diimbangiiii......


SELAMAT MENYIAPKAN LEBARAN & LIBURAN

(Hayo kastengel udah dipesen? Mente & blinjo udah digoreng? Kalo udah, undang saya ya...)


p.s. : gambar adalah dari hasil googling



No comments:

Post a Comment