Friday, July 29, 2011

BERUBAH ITU MUDAH DAN MENYENANGKAN - Part Three




Sewaktu saya menuliskan mengenai bagaimana mengajak perubahan, sebenarnya banyak referensi buku yang bisa dibaca. Tapi, janji saya sebagai pembawa perubahan, adalah mempermudahnya, jadi, saya menuliskan artikel ini, dan diakhir tulisan ini saya akan memberikan referensi bacaan (untuk pilihan) yang bisa dibaca untuk melengkapi pemahaman. 

Nah, kalau ditulisan kedua saya, saya menghadapi salah satu team saya, bagaimana cara mengajak Perubahan kepada atasan yang notabene kita kalah power, kalah kasta dan kalah hawa..he he he he...
It is easy (like tick our finger)

 



Jangan pernah dibayangkan dengan cara: cari muka, bermental ‘Yes Sir’, atau atas Petunjuk Bapak, atau bahkan berdebat seru dengan keputusan akhir “Bos, I am quit!” (oh no...di Ilmu Perubahan tidak ada referensi yang mengatakan demikian).

Hmm...atasan kita juga manusia khan? Yang punya Sang Pawang dan Si Gajah?

(Semakin seru khan?)
Jangan lupa, rata-rata atasan kita suka dirinya dikendalikan pawang, ini dikarenakan stereotipe yang ada didunia kerja adalah menyembunyikan sisi emosionalnya (karena akan dianggap kurang profesional) –dan yang jadi korban adalah Si Gajah. Padahal, Gajah punya energi, punya kekuatan, dan energinya sangat besar. Pawang tanpa Gajah, juga akan frustasi....

Mari kita berhenti sejenak dan berpikir ulang, benarkah kita harus selalu logis dengan hitung2an, kenapa tidak ‘mengawinkan’ sisi logis dan emosi? Kenapa tidak mengharmonikan Sang Pawang dan Si Gajah?



Baru-baru ini saya melihat ada sistem yang aneh dalam proses Rekrutmen. Ada lontaran dari salah satu tim saya mengatakan, “Ibu, kalo kita handle Divisi A, sangat sulit! Hampir kita tidak pernah berhasil”.

Saya berusaha menterjemahkan lontaran itu, memikirkan bagaimana melakukan Perubahan di Departemen saya, yang sangat dipengaruhi oleh Departemen2 dari Divisi2 lain? Bagaimana saya menggiring sang Pawang dan Si Gajah kearah Perubahan, yang nantinya lebih bermanfaat bagi Organisasi?

...disinilah perjalanan dimulai... 

Saya tahu atasan saya suka dengan utak-atik angka :D
Saya tidak bisa datang (dan memang tidak seharusnya) melaporkan ke atasan dengan cara mengadukan kondisi ini apa adanya TANPA DATA!

Saya memberikan gambaran singkat tentang yang terjadi di Departemen kami, dengan kalimat penutup: “Beri kami sedikit waktu untuk menyelesaikan analisa data, dan saya akan kembali dengan cara yang mudah dipahami, lengkap dengan Rekomendasi Perbaikan”.

Saya pun mulai menganalisa apa yang terjadi, trend & perilaku masing-masing Departemen dan Divisi. Detail dari berbagai sudut pandang. Dan terakhir, saya mulai membuat tabel yang paling mudah untuk dipahami. (Selanjutnya saya akan membuat Chart yang lebih mudah untuk menggambarkan apa yang terjadi, dibandingkan deretan angka yang membuat Presdir saya pusing memahaminya). 

Well, saya kembali dengan data, tentunya sebelum dibuat Final Chart-nya.
Saya pun mulai menjelaskannya.
Terakhir, saya menutupnya dengan kalimat “Analisa ini saya buat, agar kita melakukan Perubahan, dan agar Divisi kita lebih memberikan manfaat bagi Organisasi ini” – well ini kalimat yang saya harapkan dapat menggugah emosi (baca: Sisi Si Gajah) dalam diri atasan saya.

Apa hasilnya? Atasan mau memberikan kesempatan agar Informasi dan Rekomendasinya untuk disampaikan ke Presdir....(Horay, one step will completed)...And change is never ending journey!



Apa inti dari cerita ini? Sederhana, dalam setiap perubahan, arahkan Sang Pawang dan Si Gajah dengan cara membuat mereka paham, sederhanakan perubahan dengan membuat Informasi yang mudah di pahami, berikan sentuhan yang menggugah emosi dengan menjelaskan manfaatnya bagi apa yang penting bagi ybs. Terakhir, permudah jalan..dengan memberikan Rekomendasi yang bisa dijalankan bersama...dan ambil bagian dalam proses perubahannya....

Karena Perubahan adalah proses terus menerus, maka dalam membuat Rekomendasi perubahan masukkan inti mempertimbangkan sisi manusia dalam prosesnya...
SELAMAT MELAKUKAN PERUBAHAN....

(Seri Tulisan ini adalah Tamat, dan akan dilanjutkan Tulisan Tentang Perubahan Yang Menyenangkan lainnya). 

Referensi Bacaan: Switch, Mengubah Situasi ketika Perubahan Sulit Terjadi (Chip Heath & Dan Heath). Untuk menambah pengetahuan dan memperluas pemahaman, pembaca juga disarankan membaca buku Perubahan Karya John Kotter (i.e. Our Iceberg is Melting, dll).


(Penulis saat ini sedang menyelesaikan Studi Magister Perubahan & Pengembangan Organisasi, Fakultas Psikologi UNAIR – Surabaya)

No comments:

Post a Comment