Monday, July 25, 2011

BERUBAH ITU MUDAH DAN MENYENANGKAN - Part One




Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Pentingnya Fokus Pada Aspek People dalam Perubahan”. 

Apa sih unsur dalam Perubahan? Ada 3: Manusia, Proses, dan Tool (Alat).
 
Dalam perubahan apapun, termasuk Perubahan dalam sebuah Organisasi, Perubahan dan pengaturan proses bisa disiapkan. Bisa dalam bentuk Perubahan Prosedur, Memo, SOP, Job Description, Goal Setting. Intinya bersifat formal, ada aturan dan tertulis, dengan tujuan memudahkan untuk dijalankan, dimonitoring, diaudit dsb.

Bagaimana Perubahan dengan Tools? Perubahan ini biasanya dijalankan dengan modal pendukung peralatan (bahkan biasanya mengivestasikan modal yang tinggi). Misalnya: Sistem Informatika (seperti SAP, ERP), atau Instalasi Mesin.
Kalau boleh jujur, MANAJEMEN SUKA PERUBAHAN DENGAN TOOL(S). Mengapa? Karena paling mudah dibuat perhitungannya dalam bentuk Return Of Investment-nya. Hayo, bener khan?


Terakhir, yang paling penting (buat saya lho), adalah aspek manusia. Kalau Perubahan sudah disiapkan rancangan prosesnya dalam bentuk prosedur, tools sudah dipasang dalam bentuk Tekhnologi mutakhir, bagaimana dengan aspek manusianya? Sudah disiapkan? Sudah paham pentingnya perubahan? Apakah ada penolakan?

Oke, Perubahan tetap harus dijalankan. Perubahan harus terjadi demi memenangkan kompetisi bisnis, faktor Manusia pun dilewatkan. Toh, manusianya akan mengikuti. Bila semuanya sudah disiapkan dan dikondisikan, pasti manusia akan mengikuti.
Beneeer, tidak ada keraguan untuk pendapat diatas. Dan perubahan bisa dipastikan, TIDAK BERNYAWA dan FAKTOR MOTIVASI PUN TERTINGGAL ENTAH DIMANA.



Miris ya?
Mungkin karena effort atau usaha yang perlu dilakukan dalam Perubahan itu lebih rumit, absurd, tidak ada kepastian, dan terakhir, RETURN OF INVESTMENT-nya akan susah dihitung. Hmmm....

Sebenarnya, perubahan bisa dibuat sedemikian menyenangkan. Mengapa saya begitu yakin. Karena pada dasarnya Manusia bisa berubah, dirubah, dan dibantu untuk ikut dalam perubahan.

Mari kita mulai cara mempermudah Perubahan dengan Analogi Gajah, Pawang dan Peta Perjalanannnya. Saya mengutip ide ini dari buku Switch, Mengubah Situasi ketika Perubahan Sulit Terjadi (Chip Heath & Dan Heath).

Kita, dianalogikan terdiri dari dua unsur...Pikiran dan Emosi...
Selanjutnya Pikiran akan dianalogikan sebagai Pawang dan Emosi dianalogikan sebagai Gajah. 



Pawang, diharapkan bisa mengarahkan si Gajah yang besar, punya kekuatan besar, bertenaga, tapi maunya sesuatu yang berjangka pendek :D
Pawang, berbadan kecil, tidak sekuat Gajah, memiliki perhitungan jangka panjang. Pendek kata..dalam perubahan akan melibatkan sang Pawang dan Si Gajah untuk berjalan kearah yang diinginkan.

Contoh sebuah kondisi dimana sang Pawang dan Si Gajah dalam diri kita.
Saya, ingin sekali lebih langsing :D



Pawang dalam diri saya berkata, kalau saya langsing dengan mengurangi lemak dalam tubuh saya, otomatis kolesterol saya akan turun, resiko sakit jantung dan stroke pun turun, potensi sakit diabetes pun dapat diminimalisir. Artinya saya akan hidup lebih sehat, bahagia, dan saya bisa menemani anak saya sampai dia lulus sekolah, wisuda, bekerja, menikah dsb, dsb. (Rumit yaaaaaaa)

Dan Gajah dalam diri saya enggan untuk mencerna pernyataan-pernyataan tersebut. Gajah rupanya lebih suka mencari Camilan yang enak untuk menemani saya beraktifitas. Si Gajah hanya tahu, keinginan saya saat ini adalah makan, entah itu karena saya lapar atau karena saya sedang gembira atau sebaliknya saya sedang ingin makan karena saya kesal pada sesuatu...dan segeralah saya mencari makan.

Sang Pawang dalam diri saya lelah dengan sang Gajah yang bandel, sehingga melakukan pembenaran, Okay, kalau sekarang gagal untuk memulai diet, let’s start from tommorow. Horeee...Sang Pawang dalam diri saya mengalah. Dan Gajah pun menang...:D



Nah sekarang coba pikirkan pertentangan-pertentangan antara Sang Pawang dan Gajah dalam diri anda, dan coba mulai bayangkan, bagaimana cara membuat Sang Pawang dan Gajah berjalan seirama untuk mencapai suatu tujuan. (Bersambung ke Part 2)

(Penulis saat ini sedang menyelesaikan Studi Magister Perubahan & Pengembangan Organisasi, Fakultas Psikologi UNAIR – Surabaya)

No comments:

Post a Comment