Monday, June 27, 2011

THE COLLABORATIVE LEARNING PROJECT (CHAPTER 2)

TALENT MANAGEMENT
(CHAPTER 2: Bagaimana Menterjemahkan Project Baru Tersebut) 



Kami, dibagian Rekrutmen, terdiri dari sekumpulan orang dengan berlatar belakang Psikologi (kecuali saya sendiri), yang memiliki keinginan untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik. Saya, melihat hal tersebut menjadi sebuah kekuatan pada saat menerima tawaran Talent Management Project

Sebenarnya, saya sendiri tidak kosong amat dengan ilmu Talent Management. Dulu, di Perusahaan saya yang lama, saya sudah menjadi bagian dari implementasi Talent Management, hanya yang berbeda adalah, saat ini, saya harus menciptakan sebuah desain Talent Management, sedangkan dulu saya sudah terima jadi, tinggal mengimplementasikan.
Sebenarnya, saya bisa saja belajar sendiri, membayangkan apa yang pernah saya lakukan dan mengajukan desain Project Talent Management saya sendiri. Namun, tiba-tiba tercetus ide, kenapa tidak saya melibatkan Tim saya yang berisi sekumpulan psikologi untuk membuat project ini menjadi lebih matang dan lebih lengkap daripada saya bekerja sendiri?

Saya percaya, team saya memiliki keunikan dan kelebihan.


Seperti sebuah mini project, saya mulai membongkar file-file lama dan membaca ulang tentang Talent Management. ..dan saya masih belum memecahkan, apa yang bisa saya lakukan agar seluruh team saya bisa terlibat dan berperan dalam project ini. 

Suatu hari, di Gramedia Yogyakarta, saya menemukan sebuah buku berjudul Talent Management, saya beli, dan saya baca di hotel (maklum, saat itu saya benar-benar kelelahan sehingga tidak bisa menikmati wisata kuliner seperti biasanya).
Halaman 1, halaman 2, halaman 3, halaman 4....



AHA!

Ide pun tercetus! Saya tahu!

Saya akan mencopy buku tersebut menjadi 3, dan saya akan bagikan ke Team saya.
Selanjutnya saya akan memberikan gambaran, memberikan tugas pada Team untuk membaca buku dan berdiskusi mengenai apa Talent Management sesuai dengan pemahaman mereka.
Ok Team, tunggu project kita bersama :D

Saya pun menutup hari dengan senyum optimis. Kami pasti bisa. 

(Silahkan baca Chapter 3)




No comments:

Post a Comment