Sunday, May 15, 2011

EMPLOYEE ENGAGEMENT

(Satu cara untuk merubah organisasi menjadi lebih positif)

Our work in the world is to change the nature of the conversation
A conversation of ownership and possibility is the antidote to blame.
—Peter Block



Pemikiran ini berdasar pada artikel yang ditulis oleh Marie McCormick, Ph.D. dalam sebuah buku The Change Handbook, Peggy Holman, Tom Devane, Steven Cady, and Associates(2007).

Dalam artikel itu mengulas perjalanan Marie dalam penelitiannya mengenai proses Employee Engagement dalam suatu proses Perubahan Organisasi.

Sebenarnya apa sih Employee Engagement itu?

Kalau di film-film drama romantis produk luar, seorang wanita dengan wajah berseri-seri bercerita kepada temannya “I am engaged...” Itu artinya, wanita tersebut telah bertunangan dan terikat pada seorang Pria.

Terlepas dari ‘arti’ terikat tersebut mengandung unsur cinta atau tidak. Yang jelas sudah berkomitmen telah terikat. (Hanya saja, mayoritas kalau sudah memutuskan untuk terikat, secara mayoritas ‘perasaan kesukarelaan muncul disana’. Kesukarelaan, pastinya bisa dipicu sayang, cinta, dll).

Engaged Employee bisa dianalogikan seseorang yang telah berstatus engaged atau terikat pada pasangannya.



Seorang Karyawan yang ter-engage pada organisasinya adalah seseorang yang bersedia untuk melibatkan diri & antusias terhadap pekerjaannya, selanjutnya akan bersedia ikut dalam kepentingan organisasinya dalam arti yang lebih luas.

Sedangkan Employee Engagement, lebih kearah memastikan (para) karyawan memiliki ikatan positf ataupun negatif terhadap pekerjaan, rekan kerja, atasan dan organisasi, yang selanjutnya akan mempengaruhi kemauan individu ybs untuk belajar dan perform di pekerjaannya.


Kembali kepada Employee Engagement yang telah dilakukan oleh Marie McCormick, Ph.D. Dia melakukan penelitian Employee Engagement di Global Pharmaceutical Distribution. Saat itu Perusahaan tersebut memulai 3 tahun perjalanan melakukan Perubahan Visi dan Stateginya. Employee Engagement dipilih tidak hanya untuk mengukur aspek manusia dan budaya kerja, namun juga mengembangkan proses keterikatan Karyawan kepada Organisasi dan berbagi tanggung jawab dalam proses pencapaian Visi bersama.

Proses awal yang dilakukan dalam projek ini adalah mengajak seluruh Lini Manager untuk menyiapkan diri pada perubahan Lingkungan yang lebih terbuka, dimana mereka harus berbagi informasi dan bersedia mendengarkan umpan balik dari karyawan tanpa penolakan. 

Selanjutnya, apabila seluruh Manager dipastikan sudah siap, maka Survey mulai dibagikan kepada 1.000 karyawannya. Data yang sudah dibagikan selanjutnya dicompile (dihitung) menjadi sebuah data tanpa analisa. 

Employee Engagement Survey memuat 35 pertanyaan yang terdiri dari 7 skala pengukuran:

Scale
Desired State
Communication
Feels informed
Customer Relationship
Sense of customer ownership
Job/Role
Role calrity & confidence
How I do My Job
Personal initiative
Goals and outcomes
Goal confidence
Work Climate
Open and trusting culture
Leadership
A ‘Leader-full’ organization


Selanjutnya diserahkan kembali kepada Para Manager dan karyawan-karyawan yang menduduki garis depan. Mereka dibantuk dalam group-group yang selanjutnya mendiskusikan mengenai hal apa yang telah baik, dan hal apa yang menjadi tantangan Organisasi. 

Beberapa temuan positif dalam organisasi tersebut adalah pada prinsipnya Karyawan paham pentingnya peranan mereka dalam proses distribusi Obat. Namun temuan lainnya adalah: karyawan merasa terpisah dari Perusahaan, sebagian merasa stagnan dan sebagian lagi merasa dukungan yang diberikan oleh rekan kerja sangatlah minim. Ada juga yang menyampaikan terganggu dengan gosip yang beredar di lingkungan kerja, dan keseimbangan waktu (work life balance).

Dari temuan-temuan tersebut, Group-group ini bekerja secara kolaboratif untuk membuat proyek mengenai hal-hal yang bisa membuat Karyawan lebih terhubung dengan Strategi Perusahaan dalam mencapai misinya sehingga dengan keikutsertaan & peran dari Karyawan, diharapkan karyawan lebih memiliki arti serta terikat dengan Perusahaan.


Apa inti dari Proses Employee Engagement yang telah dilakukan di Perusahaan ini? 

1.Mengajak seluruh Manager untuk lebih terbuka dalam memberikan kesempatan Karyawan mengemukakan Pendapatnya

2. Cara baru untuk bisa bekerja bersama

3. Perubahan adalah milik bersama dan dilakukan bersama (bukan lagi milik HRD atau Management


Apakah organisasi anda sudah siap untuk mulai concern pada Employee Engagement sebagai bagian dari Organization Change? 



Penulis:
Mahasiswa Program Perubahan & Pengembangan Organisasi, UNAIR 
(Sumber gambar hasil dari Google)





2 comments:

  1. Ada 10 hal sederhana yang bisa membantu kita menciptakan engagement karyawan.

    Menjaga 10 hal ini senantiasa ada dalam benak akan membantu kita mengelola secara lebih baik team kita, sekaligus membuat lingkungan kerja insyaallah selalu produktif.

    1. Buang jauh-jauh kesan dan prasangka yang mungkin ada di kepala kita mengenai karyawan secara umum.

    2. Cobalah untuk mendekati anak buah dengan "tatapan yang segar" dan masuklah ke dalam perspektif mereka yang unik.

    3. Pastikan setiap karyawan kita telah dilengkapi dengan perangkat, alat dan apa pun yang diperlukan untuk pekerjaan mereka.

    4. Pastikan karyawan mengetahui dengan jelas apa yang kita dan perusahaan harapkan dari mereka berkaitan dengan pekerjaan.

    5. Luangkan waktu untuk mengenal lebih dekat anak buah kita dan ketahui apa tujuan karier mereka.

    6. Membayar ongkos yang diperlukan dan juga memastikan karyawan kita telah mendapatkan pelatihan yang layak.

    7. Meminta respon langsung untuk mengevaluasi diri kita sendiri; cari tahu bagaimana penerimaan mereka terhadap diri dan kerja kita

    8. Memberi perhatian yang cukup terhadap acara-acara / kegiatan yang berlangsung di lingkungan kerja dan apa yang terjadi di sekitar kita.

    9. Memberi pengakuan dan penghargaan kepada karyawan yang telah menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik.

    10. mempunyai Konsistensi, jangan memulai suatu program dan menghentikannya di tengah jalan.

    Di atas semua itu, apa pun yang Anda lakukan, janganlah menjadi manajer yang sepanjang hari "bersembunyi" di balik meja dalam ruang kerja yang tertutup.

    Bicarakan kepada anak buah, kenalilah mereka dan perlakukan mereka dengan selayaknya dan kita pun akan mendapatkan imbal-baliknya.


    hehehe... success ya mama kinan

    Salam, Andi SAAC

    ReplyDelete
  2. Saya suka pesan yang terakhir..."Apapun yang anda lakukan, janganlah menjadi Manajer yang sepanjang hari bersembunyi dibalik meja dalam ruangan kerja yang tertutup....(SETUJU!)

    ReplyDelete