Friday, March 18, 2011

IT'S ALL ABOUT INTERVIEW



Ini adalah profesi spesialis baru saya. Bidang yang lama, yang berbeda adalah 100% of my working hours are all about recruitment. Saya menikmati apapun aktifitasnya, selama masih dalam lingkup Human Resource, yang membuat diri saya menjadi individu seperti sekarang ini.
Dalam proses Rekrutmen, proses yang saya unsur penting adalah wawancara. Tentunya setelah serangkaian kegiatan, advertising strategy, attracting talent, screening....yup...masuklah ke proses I.N.T.E.R.V.I.E.W





Kalau proses ini, semua orang pasti sudah melakukannya. Kebetulan saya cukup lama mengenal menginterview dan diinterview (hmmm...).
Okay, saya akan berbagi pengalaman ‘lain’ seputar Interview. 


TELE – INTERVIEW
Tele Interview adalah sebuah cara yang dilakukan untuk mewawancarai kandidat, namun karena faktor jarak dan waktu, maka perlu dilakukan hal ini. Cara ini cukup efisien, dibandingkan denga biaya yang bisa ditimbulkan apabila kandidat harus datang untuk interview. Ini juga menjadi alternatif untuk mengenal kandidat lebih jauh, sebelum memutuskan, apakah ybs bisa di ajukan ke Pimpinan Puncak untuk Final Interview.
Apa sih yang biasanya kami lakukan sebagai Recruiter sebelum Tele Interview? Tentunya kami mempelajari Resume atau CV kandidat dan menyiapkan pertanyaan apa saja yang bisa kami tanyakan dalam Tele Interview. 

Pada saat saya pertama kali menghubungi kandidat, setelah mengenalkan diri, saya akan menanyakan apakah ini waktu yang tepat untuk Tele Interview. Bila tidak, maka saya perlu mendapatkan kesepakatan waktu untuk Tele Interview
Siapa saja sih yang biasanya menjadi Target Tele Interview?
Biasanya posisi-posisi atas, jika sekiranya sangat potensial, memiliki peluang besar untuk mau pindah lokasi untuk bergabung dengan Perusahaan yang bersangkutan. Kenapa bukan posisi staf entry atau middle level? 

Hmm..menarik. Untuk posisi atas, karena faktor semakin sedikitnya jumlah source di Market, maka mengharuskan para recruiter untuk peka dan kreatif mencari talent-talent dimanapun mereka berada. 


PENGATURAN WAKTU INTERVIEW

Lain organisasi, lain pula stylenya.
Ada organisasi yang memiliki ‘empathy’ yang tinggi terhadap sang kandidat. Mereka bersedia equal position dalam pengaturan waktu interview.
Ada pula Organisasi dalam hal ini di wakili Para Pimpinannya, bersedia untuk melakukan interview di luar jam kerja, hanya karena kandidat yang dengan alasan tanggung jawab dengan Perusahaan dimana dia bekerja sekarang, tidak memperkenankan keluar.
Biasanya interview model begini dilakukan di Caffe Shop, Star Bucks, The Coffe Bean, Lobby Hotel bintang 5. Ada penyebutan lain juga yang saya cukup akrab saat masih bekerja di sebuah PMA Amerika, Breakfast Interview, Dinner Interview, atau Lunch Interview...(anyway mungkin ini Jargon di perusahaan tersebut).




Sebaliknya, ada Perusahaan yang menganggap Kandidat harus mengikuti jadwal sang Pimpinan. Karena disanalah ‘UJIAN’ keseriusan sang kandidat di mulai.
Wah..wah kalau sudah begini saya mesti jungkir balik di tengah-tengah 2 pihak yang memiliki kepentingan berbeda. Sang Pimpinan dengan idealismenya dan sang kandidat dengan 1001 kesibukannya.

Lagi-lagi ini khusus untuk posisi level Manager keatas, yang semakin sedikit jumlah source di pasaran.
Bagaimana dengan posisi staf entry atau midle level? Biasanya jauh lebih mudah.
Untuk memaksimalkan tingkat kedatangan Kandidat, yang tim kami lakukan adalah mengundang minimal 2 hari sebelum hari H PLUS text message secara personal harus dikirimkan juga. Segitunya ya? Yup, menjalin kedekatan sejak awal itu sangat dibutuhkan.
Apa inti dari pengaturan jadwal Interview, tentunya sesuaikan antara style Perusahaan dan style kandidat. Kalau sudah awal match, biasanya yang lain-lain akan lancar juga...maklum sudah ketemu chemistrynya.


GAYA KOMUNIKASI

When we are talking about Interview, we will talk about conversation and communication. 

Saya dan para recruiter lain pasti sudah kenyang dengan berbagai macam profile Kandidat...again, each individual has unique character, include their own communication way.
Saya pernah interview staf entry level...bener-bener innoncent, sampai-sampai entah kenapa dia curhat soal pacarnya T_T

Saya pernah menghadapi orang yang canggih banget berkomunikasi...nah, saat seperti ini saya juga harus canggih dalam berdialog untuk memahami ‘kebenaran’ isi cerita.
Ada juga yang smart and silent person. Setengah mati saya harus melontarkan open question, yang ternyata jawabannya tetap irit, ekonomis dan efisien, maksimal 1- 2 kata saja. Saya tetep berusaha mengeluarkan pertanyaan berawalan: mengapa, bagaimana, dsb. Dan jawabannya tetap maksimal 3 kata. Give up...., dan saya akhirnya menilai dari aspek  potensi lainnya :D
Ada juga karakter yang Visual tinggi. Pertanyaan saya di jawab dengan mata terpejam, karena individu ini membayangkan jawabannya. Okay, saya paham karena individu ini unik, smart  dan pekerjaannya menuntut hal tersebut. 

Intinya ada banyak karakter dan keunikan.  
Pesan saya, tetaplah unik, profesional dan JUST THE WAY YOU ARE!



Sebelum saya menutup tulisan saya, berikut beberapa tips sebelum Interview:

Persiapan Interview: anda harus paham Organisasi yang mengundang anda. Sekarang tehnologi sangat membantu, Uncle Google siap membantu

Persiapan Penampilan: dress for succes. Penting! Penampilan adalah gambaran diri anda. Jangan lupa siapkan penampilan anda sesuai dengan jenis organisasi yang mengundang. Anda tidak mungkin menggunakan Dress Formal lengkap dengan stocking hitam dan high heels ketika Interview dilakukan di Pabrik. Sebaliknya, anda tidak bisa casual formal ketika organisasi yang mengundang anda adalah Bank atau Hotel.

Persiapan diri : ingat kembali perjalanan Karir anda. Okay, anda terlalu sibuk untuk persiapan dan mengingat-ingat sesuatu. Namun saya bisa jamin, banyak para interviewer membuka sesion dengan pertanyaan yang sama: Bisakah anda ceritakan perjalanan karir anda.

Mulai memahami diri sendiri: rencana masa depan, peta navigasi menuju masa depan impian, dan tindakan nyata apa yang membuktikan anda serius menuju ke masa depan impian tersebut. Individu yang paham akan diri sendiri akan paham perencanaan masa depannya. Ini juga gambaran, dia akan paham akan apa yang akan di lakukan apabila bergabung nantinya.

Berdoa (kadang keberhasilan untuk menemukan ‘rumah baru’ bisa karena kita memang cocok dengan pekerjaan tersebut, tidak jarang karena kecocokan Chemistry, kecocokan Compensation & Benefit, dan kita juga fit dengan organisasi tersebut).  
Kalau pada akhirnya anda tidak berjodoh, yakinlah, Tuhan menyiapkan sesuatu yang lebih indah untuk anda. So keep try!

Semoga bermanfaat

P.S: sumber gambar diambil dari hasil googling

No comments:

Post a Comment