Sunday, December 5, 2010

SENI BERBISNIS ‘BLUE OCEAN’ ALA MAS BAMBANG



Gruuung...gruuung...gruuuuung.....sayooooor......


Jadi jadwal rutin saya menanti dan menunggu mas Bambang, Idola saya. .si Tukang Sayur.
Kenapa saya (dan Ibu-ibu, mbak-mbak lain dikomplek ini) mengidola mas Bambang? Kan ada banyak Tukang sayur yang lain?

Ini kriteria mas Bambang yang membuat dia pantas di kasih award: The winner of Tukang Sayur Idol?
(Makin kacau saja nih saya).




 
Menurut saya (karena mungkin yang lain tidak menganalisanya saja), dia berinovasi membedakan jualannya dengan para kompetitornya dalam bentuk packing...
Dia mempacking semua sayur2annya di plastik tembus pandang, didalam ukuran S dan M...(kayaknya dia tahu betul pembelinya butuh sesuatu yang segar, indah di pandang dan dalam kemasan S & M sesuai dengan jumlah anggota keluarganya). 



It is amazing! (Mas Bambang bisa menciptakan sesuatu, sehingga kompetisi tidak lagi relevan)
Soal harga, Mas Bambang tidak perlu panik-panik menjual harga murah untuk memenangkan persaingan, tapi dia juga tidak lantas jual mahal. Dia jual dengan harga wajar.
(Waduh, saya kembali curiga, mas Bambang nih belajar ‘ilmu pemasaran’ dimana sih?)

Eits..tidak hanya berhenti di bagian Packing dan Harga....Mas Bambang juga sadar mengenai pentingnya Quality (waaah..saya semakin penasaran, mas Bambang ini lulusan mana sih?)
Soal kesegaran jualannya, jangan ditanya...sayur dan segala yang di jual kualitas top deh. Pembeli tidak perlu cemas kesegaran sayur yang di jual....pendek kata..bikin para ibu langsung punya ide dan mood buat masak hari itu. 



Soal segi komunikasi, mas Bambang menyempurnakan bisnis kecilnya dengan tutur bahasa kalem, sabar dan santun. 

K.O.M.P.L.I.T

Saya jadi inget buku Strategi Managemen: Blue Ocean Strategy (Ciptakan Ruang Pasar Tanpa Pesaing dan Biarkan Kompetisi tidak lagi Relevan – W. Chan Kim & Reene M.) yang saya baca. 

Hmm...jadi mas Bambang gak perlu ribet baca buku kayak gitu. Langsung praktek. Modalnya, menyatukan semua kekuatan diri:
1. Kemampuan memilih sayur-sayuran berkualitas
2. Kreatif memilih jenis dagangan disesuaikan oleh kebutuhan pelangganan
3. Kreatif mengemas packingnya
4. Seni komunikasi penjual yang santun, meski tetep berani ‘say no’ kalo jualannya ditawar tidak masuk akal.

Oya ada lagi yang saya agak ‘curious’ soal si Mas Bambang ini. Dia tidak akan berjualan tiap hari...

Nah loh...kok gak konsisten gitu? Ya...jangan-jangan itu juga jadi strategi pemasaran dia agar para penggemar sayur-mayurnya tidak bosan bertemu muka dengannya. Ha ha ha, bisa-bisa saja.




P.S. Kalo mau bacaan Strategy Managemen, penulis mereferensikan buku: Blue Ocean Strategy (Ciptakan Ruang Pasar Tanpa Pesaing dan Biarkan Kompetisi tidak lagi Relevan – W. Chan Kim & Reene M.)

No comments:

Post a Comment