Friday, December 31, 2010

DARI GENERALIS KE SPESIALIS




11 Tahun saya jadi generalis, bukan spesialis.

Generalis cocok bagi saya yang pembosan, dinamis dan selalu melihat dari gambaran keseluruhan.
Kata general sendiri kalau di bahasakan bisa saja menjadi jendral he he he he....

Nah, angin membawa saya menjadi seorang Spesialis.
Yang tadinya mengurusi A-Z nya HR (mulai small things sampe big things termasuk critical and confidential things). Tentunya areanya luas, tapi cethek.
Sekarang, saya menjadi Spesialis. Yang areanya sempit, tapi daleeeem. Jadi tetap butuh kemampuan kita untuk menganalisa, mencari solusi, dan strategi yang lebih dalam untuk suatu bidang tertentu.
Fokus saya sekarang menjadi seorang rekruiter

(dan dulu juga rekruiter, tapi juga trainer, coach, counseling, industrial relation, dll, dll)
 
Hmm.. siapa sih yang tidak pernah berhadapan dengan rekruiter?
Semua pasti pernah.
Kalau dulu saya berhasil mendapatkan beberapa prestasi di bidang rekrutmen (di 2 perusahaan lama), itu sebenarnya tidak sengaja.
Saya bekerja tidak pernah cari nilai. Saya bekerja, mempersiapkan masa depan selanjutnya.
Kalo ada yang tanya, “how come you are so mad in recruitment”
Jawaban enteng dan jujur dari saya adalah “I just dream become head hunter and having own recruitment center, someday”
Hasilnya, energi saya bisa mengalir luar biasa deras, karena saya melihat gambaran 10 tahun lagi..bukan bukan penilaian atas kinerja saya.
Kembali lagi ke dunia spesialis saya yang baru.
Apa yang saya dapatkan dari rekrutmen. Banyak hal.



Saya menjadi lebih bersyukur
Ya, karena saya bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Dan saya akan berusaha untuk berbuat sesuatu yang positive melalu pekerjaan saya.

Saya melihat banyak cerita tentang perjalan karir (kesuksesan dan kegagalan seseorang), dan saya belajar dari itu semua
Dari para pelamar yang yang masuk, tidak jarang saya mendapati pelamar-pelamar adalah orang-orang yang saya kenal. Selain itu, resume buat saya mirip sebuah cerita perjalan karir seseorang. Ada yang kurang maksimal berusaha sehingga pencapaian sesuai dengan usahanya, ada yang usahanya maksimal, tapi hasil tidak kunjung sesuai yang diharapkan, ada yang maju dengan sangat gemilang (tentunya kelompok terakhir ini dengan ekstra usaha dan tenaga lebih)



Saya bisa belajar tetang Organisasi
Ketika saya memulai tugas saya sebagai rekruter, saya harus memahami apa budaya Perusahaan, apa yang boleh, apa yang tidak. Dimana posisi perusahaan. Low, middle atau high. Bagaimana komponen penggajiannya, bagaimana model kontrak kerjanya, hal-hal apa yang menjadi daya tarik perusahaan, dan hal-hal apa yang menjadi area yang masih bisa di kembangkan. Selanjutnya, menjadi tugas kami, para rekruter untuk memikirkan inovasi-inovasi baru bagaimana menarik para pencari kerja yang potensial.

Saya belajar tentang pentingnya kita paham atas diri kita sendiri
Sering sekali saya menemukan para kandidat tidak menyiapkan dirinya pada saat melakukan wawancara. Mereka tidak menyiapkan hal-hal apa yang bisa ‘menjual’ untuk disampaikan. Bahkan ketika saya tanya, apa yang menjadi tujuan karir berikutnya dan bagaimana mencapainya, mereka agak berpikir lama, dan jawabannya jauh dari yang di harapkan. Tips, pahami diri kita, kekuatan, impian dan rencana kita. Jangan lupa, cari tahu sebanyak mungkin mengenai profil perusahaan terkait dan jabatan yang akan kita inginkan. Dan sampaikan, mengapa anda adalah orang yang pas untuk posisi tersebut berdasarkan kriteria yang anda miliki saat ini.



Saya belajar tentang bagaimana me’masarkan’ Perusahaan kita akan menarik di mata pencari kerja
Ini hampir sama dengan yang saya sampaikan diatas. Kita harus tahu bagaimana mendekati kandidat potensial. Mencari staff entry, ya caranya akan lain dengan mencari eksekutif muda. Saya tentunya tidak bisa mencari staff level di Linkedin, tapi saya harus akrab dengan dunia anak muda yang baru lulus supaya lebih luwes mendekati mereka. Pekerjaan saya, persis jualan. Jualan posisi yang harus terisi.

Saya belajar bagaimana memperlakukan orang dengan lebih baik dan bijak
Prinsip saya, sejak sebuah aplikasi di terima, perlakukan dokumen-dokumen tersebut dengan baik. Nasib orang di pertaruhkan disana! Selanjutnya perlakukan mereka dengan baik, melalui proses rekrutmen yang memiliki etika.
Apapun yang saya pelajari, saya tetap akan berbagi hal yang sama.

TETAPLAH BERSEMANGAT, TETAPLAH BERUSAHA MENGEJAR IMPIAN
SELANJUTNYA, SELALU BERDOA DAN SERAHKAN HASIL AKHIRNYA PADA TUHAN
KARENA DIALAH YANG MENENTUKAN SEGALANYA....


No comments:

Post a Comment