Monday, November 15, 2010

Tuhan Memberikan Petunjuk Dengan Berbagai Cara




Saya (dulu) mungkin termasuk orang yang sekuler dan bukan golongan garis Hijau.
Namun saya orang yang menyukai kebesaran Tuhan...
Dan semoga kisah ini berakhir, karena saya telah mendapat petunjuk-Nya

..........................................................

Dalam tulisan ini saya tidak akan menuliskan atau mengarahkan ke sebuah kepercayaan karena Blog ini bersifat Netral dan bisa di jangkau semua pembaca sekaligus sahabat saya.

Awal cerita adalah 2.5 tahun yang lalu, saya tinggal di sebuah rumah Kost di daerah Sambi Legi, Yogyakarta. Saat itu saya sedang mengandung Kinan 4 – 5 bulan. 

Seperti biasa, saya selalu diberkahi kemudahan oleh Tuhan, dimana saya bisa tinggal bersama Keluarga yang menerima saya, seorang wanita hamil, sendiri, terpisah dari Suami karena lokasi pekerjaan yang berbeda. Otomatis mereka menerima dengan segala resiko yang bisa saja terjadi. 

Saat saya punya waktu luang, saya banyak meluangkan waktu dengan ibu Kost. Seorang wanita berusia diatas 60 tahun, tegar & tegas, aktif, serta mandiri. Suami beliau telah lama meninggal. Beliau bekerja di sebuah klinik Kesehatan sebagai tenaga Medis.

Didalam berbagi kisahnya, beliau menceritakan mengenai pengalaman spiritualnya. Ketika beliau tiba-tiba bermimpi bertemu dengan sosok yang beliau yakini sosok Malaikat. Dalam pertarungan batinnya, itu membukakan jiwa spiritualnya untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya. Meski usianya tidak lagi muda, tapi beliau bersyukur karena diberikan kesempatan untuk menerima tanda-tanda kekuasaannya. Beliau merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk lebih beriman sebelum Tuhan mengambil kehidupannya. 

Saya pun berdoa, semoga mendapatkan Hidayah dan petunjuk, dengan cara-Nya. 

Saya akhirnya tahu jawaban atas doa itu 4 hari yang lalu, 12 November 2010.
Saat itu pukul 4 sore, saya mendapatkan sebuah sms dari Perusahaan yang telah memproses saya dengan proses yang sangat lengkap. Saya sudah yakin 99.9% bakal diterima.
Bayangkan, saya sudah dipanggil 3 x wawancara, 1 x presentasi di depan para BOD, dan bahkan sudah membicarakan kemungkinan2 apabila diterima, termasuk gambaran Gaji! 

99.9%, teman. 


Saat itu saya bahagia. Saya membayangkan, akhirnya setelah hampir 2.5 bulan saya kehilangan kesempatan untuk bekerja, akhirnya saya akan mendapatkan satu kejelasan masa depan keluarga saya, tentunya dari sisi materi.

SMS itu berbunyi singkat: “Hasil keputusan dari Managemen, anda tidak diterima di Perusahaan kami dan terima kasih atas waktunya selama ini”

Shock, menangis, sedih, sekali lagi, apa yang salah dari ini semua.
Apa yang kurang, kenapa tidak di negosiasikan, saya sudah berusaha maksimal, semua hal sudah saya berikan maksimal. Tapi GAGAL

Saya menangis ketika mendengar Kinan menangis. Saya menangis karena tidak mampu memberikan kepastian untuk Kinan. 

Saya lupa, saya lupa ada KUASA TUHAN DISANA. 

Malamnya saya masih shock. Saya tidak bisa tidur. Ada perasaan sakit bergelayut didalam hati.
Perasaan tertolak dan ketidak pastian. Saya menolak untuk berdoa malam itu!
Pagi harinya, saya masih bersedih. Suami saya mengajak saya ke Surabaya, tanpa Kinan. Ada rute lain, namun rupanya dia sengaja ingin saya bertemu dengan Kakak di Surabaya.
Akhirnya dengan berat hati, saya tumpahkan seluruh keluh kesah yang ada.
Dada saya pun ‘agak’ plong....

Intinya, Kakak saya bilang, dia pernah mengalami kondisi yang sama
Usia 33 tahun, disaat semua idealisme dan mimpi sedang tinggi..
Disaat ada keyakinan yang tak terbatas
Disaat keyakinan hampir di tangan...
Tuhan menunjukan bahwa bukan waktunya...
Dia ambil semua yang ia punya....

Meski ada yang tersisa, namun manusia (seperti biasa) akan lebih meratapi apa yang hilang...

Apa pelajaran dari itu semua...
Dalam hidup ini manusia adalah Pemain. Tuhan adalah sutradaranya. Tuhan dengan segala Maha Kuasanya, akan bisa menentukan segala sesuatunya yang diluar nalar kita, manusia....

Saya pulang dengan perasaan DAMAI....
Seolah saya tersentak.
Setiap tengah malam saya pun berdoa mendekatkan diri pada-Nya



Ya Tuhan,
Maaf kan saya yang selama ini Khilaf, yang selama ini Takabur, yang selama ini kadang melupakan-Mu
Maafkan saya yang selama ini tak menjalankan petunjuk-Mu, maafkan saya yang selama ini melupakan kuasa-Mu
Maafkan saya yang selama ini penuh dengan perhitungan Logika, dan itu justru membuatku jauh dari-Mu

Ya Tuhan,
Terima kasih atas semua kejadian ini. Terima kasih atas cobaan ini, Saya Ikhlas...
Terima kasih untuk mengingatkanku tidak menjadi manusia Sombong, untuk mensyukuri segala nikmat-Mu
Terima kasih masih memberikan nafas dan kenikmatan dalam diri-Ku
Terima kasih atas kuasa- Mu, untuk Anak, Kinanti yang sebentar lagi genap 2 Tahun, terima kasih atas segala kesehatan, kecerdasan, dan kebaikan Kinanti...
Terima kasih telah memberikan pasangan yang terbaik bagi ku, suami yang sabar, setia, melindungi dan mendampingiku....
Terima kasih atas keluarga dan sahabat yang siap mengingatkanku, berbagi dan menyayangiku
Terima kasih, Engkau berikan kecukupan atas kebutuhan materiku...

Ya Tuhan,
Saya malu meminta lebih dari Mu....
Saya menyerahkan apapun pada Mu...
Saya sebagai manusia akan tetap berusaha sesuai jalanmu...
Saya hanya inginkan Ridho – Mu....



(Terima kasih, Ya Allah....Amien Ya Robb)

Semoga kita selalu di berikan Cahaya dan keIkhlasan oleh Nya.



3 comments:

  1. Jangan menyerah mbak.. :) Berat memang.. :( tapi yang penting kita sudah melakukan bagian kita, yang ada dalam kontrol kita dengan yang terbaik. Sisanya, yang di luar kontrol kita, serahkan pada NYA. Just do our best and GOD will TAKE CARE the rest.... ;) God bless u, mbak.. (*pengen takpeluk..)

    ReplyDelete
  2. Hi Sally,

    Makasih...I am fine....
    The good things is I am getting closer with God :D

    ReplyDelete
  3. Membaca ulang tulisan ini, 14 Nopember 2013...3 tahun setelah kejadian tersebut.
    Maha Besar Tuhan dengan segala KuasaNya. Perusahaan yang sempat menolak saya 12 Nopember 2010 akhirnya menerima saya :)
    Sampai hari ini saya masih di Perusahaan tersebut bahkan memegang 2 Departemen sekaligus...

    ReplyDelete