Thursday, November 11, 2010

SERUNYA BERBURU 'RUMAH BARU'



Rumah baru saat ini saya analogikan sebagai Perusahaan Baru, tempat saya akan melabuhkan kemampuan saya membuat karya. Atau bahasa mudahnya adalah TEMPAT KERJA BARU.
Selama hampir 2.5 bulan terakhir..sejak ‘kejutan’ itu datang, saya rajin dengan menjajal nasib melayangkan Proposal Profesional saya ke seluruh pencari Tenaga Pengembang Sumber Daya Manusia.
Saya akan berbagi cerita serunya berburu “Rumah Baru”



Head Hunter
Saya ingat beberapa Head Hunter menghubungi saya untuk ikut proses recruitment posisi di sebuah pabrik di Cikarang dan Jakarta. Saya sampaikan dengan halus saat ini masih Kuliah S2, sehingga sulit bagi saya untuk pindah ke Jakarta atau daerah sekitar Barat bagian Jawa.
Mereka mengerti. Maaf, meski ingin, tapi tidak saat ini.....


Panggilan Interview dengan Perusahaan Pertama
Nah, akhirnya pucuk di cinta ulam tiba. Ada Perusahaan Modal Asing alias MNC menghubungi untuk interview. Kalo saya ingat, mimik muka saya persis kayak anak A-Be-Ge jatuh cinta. Senyum-senyum, peluk-peluk bantal. Sweneeeng gak ketulungan. Belum2 udah berkhayal  keterima kerja disana. Asyik kali ya? Pekerjaannya sama persis sama pengalaman saya, Multi National Company, udah gitu saya udah kenal sama Medan Lokasinya, plus..udah hapal seluk beluk bisnisnya. 

Hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Saya yang sudah sekian lama tidak Facial, hari itu niat Facial dan mempercantik diri. Akhirnya saya pun bertemu dengan sang Mister dan mbak Miss untuk interview tentunya. 

Karena saat itu adalah interview pertama saya setelah sekitar 3 tahun tidak terinterview, jelas agak gugup. Sebenarnya bukan gugup..melainkan Great Expectation. Berlebihan malah (ah semoga gak terkesan Lebay)
Tetap saja ada jawaban yang membuat saya tidak puas. Kenapa sih tadi kok tadi saya jawab ini, kenapa gak begitu dsb. Akhirnya saya pasrah. Toh tidak akan merubah apapun.
Setelah 1 bulan berlalu, mereka memberikan balasan via email, intinya mereka masih sedang dalam Proses dan akan memberitahu apa bila ada proses lebih lanjut.
Iseng saya buka iklan Perusahaan tersebut untuk posisi lain (bukan posisi yang saya apply), ternyata mereka baru akan beroperasi di Jawa Timur Oktober 2011...Oh..begitu ya. Berarti saya harus berhenti berharap untuk sementara waktu :D



Panggilan Interview dengan Perusahaan ke Dua
Ini Perusahaan Lokal, yang sangat besar dan Konglomerasi.  Bisnisnya dari Hulu ke Hilir. Karyawannya ribuan. Waktu itu saya apply langsung ke 3 posisi yang tersedia sambil berdoa, semoga bisa lolos untuk salah satu dari Posisi yang tersedia. Saya optimis, ketiganya bisa saya handle. 

Menunggu panggilan cukup menegangkan juga. Pikiran mulai positive sampai kekhawatiran mulai menghinggapi. Application sudah di kirim sejak sebelum lebaran, panggilan pertama baru terjadi di pertengahan Oktober (sekitar 1 bulan lah). Well, ada discount liburan Iedul Fitri. 

Okelah. Saya pun datang sesuai undangan. 1 Jam pun berlalu. Standard lah diskusi interviewnya. Saya sudah lebih bisa menjelaskan seputar pengertian  ‘Redudancy’. Semuanya beres. Berselang 2 hari kemudian mereka mengundang lagi untuk Interview dengan HR - GMnya. Well, bahagia, seneng campur deg-degan.
Interview dengan HR GM pun usai. Kembali dag dig dug duer...lanjut gak ya? 2 Minggu kemudian di hubungi untuk Interview dengan Directornya. Ok, saya akan siapkan interview yang terbaik. Hari itu, sekitar 2 minggu yang lalu saya di interview dengan Pak Direktur. Tidak tanggung2...2 Jam...! Kami berdiskusi banyak mengenai HR. 

Dan kemarin, saya akhirnya di Undang untuk  presentasi di hadapan Presiden Direktunya sekaligus Owner. Senang, bahagia...berharap diterima..hm pastinya.
Pendek kata saya menyelesaikan sessi Presentasi dengan sebaik mungkin.
(Cerita detailnya baca: 1 Hari yang Penuh Makna)

Perusahaan Ke Tiga
Saya di undang di sebuah Perusahaan bergerak di Bidang Hospitality. Kalo tidak salah saya apply ke Universitasnya. Dengan antusias saya pun datang.
Seperti biasa saya datang dan tampil sebaik mungkin.
Kantornya sangat megah. Begitu saya masuk, saya di minta naik  ke lantai dua, keruang HRD. Sedikit gambaran, kantor yang saya masuki adalah kantor Marketing.
Saya sangat terkaget-kaget ketika masuk ke ruangan HR di lantai II. Berbeda 180°. Bayangkan, kalau kantor Marketing sangat mewah dan exlucive, kantor HR sangat JADOEL, dengan furniture yang seadanya (saya jadi suspicious, jangan2 Furniturenya adalah hasil warisan dari Department lain yang sudah tidak layak di pakai). 

Mengapa harus di bedakan?
Hmmm.. saya mulai ilfil.
It’s called Function Discrimination!
Saya berusaha untuk tetap positive. 

Saya di minta mengisi 5 lembar formulir penuh. Tangan saya cukup keriting di buatnya. Sabar..bar..bar.
Akhirnya saya pun di panggil di hadapan GM dan HR Manager. Ternyata saya di tawarkan untuk proses posisi di Golf mereka. 


Jujur, saya tidak tertarik. Saya sudah tahu seluk beluknya dan tidak perlu mengungkapkannya di sini.
Beberapa hal lain yang membuat saya sangat kecewa: 

.....Baru 5 menit interview di mulai, sang GM meninggalkan saya dan tidak kembali. Alasannya janji dengan Klien
.....Sang HR pun menginterview saya, dengan sesekali membalas SMS melalui BB-nya
.....Isian 5 lembar tersebut sama sekali tidak di eksplorasi. Hanya bertanya datar, dan pertanyaan standar itu-itu saja....
Okelah. Terima kasih karena tidak menghargai usaha saya yang telah datang dari jauh memenuhi undangan. Gak papa..sekali lagi ini Seninya Berburu Rumah Baru...

Saya pun pulang, dan tertawa. Anehnya, saya tidak merasa kecewa atau sedih. Saya justru melihat dari sisi lain. Ini hanya sebuah proses untuk mendapatkan sesuatu yang pada akhirnya terbaik...



PERUSAHAAN KE EMPAT

Another famous and local company. 

Saya memenuhi undangannya, dan demi undangan tersebut saya minta ijin datang terlambat 2 jam untuk kuliah AI.
Saya terkaget-kaget melihat sambutan Sang Satpam yang kurang Ramah. Sekalipun saya jelaskan saya di undang Interview, saya kurang di perlakukan dengan baik. Sampai saat saya pinjam ballpoint untuk isi Jurnal Tamu, sang Satpam bilang: emang gak bawa bollpoint?
Jadilah saya membongkar tas dihadapan Pak  Satpam. 

Itu baru cobaan pertama.
Cobaan berikutnya adalah saya harus menunggu 45 menit dari waktu yang di janjikan. Katanya Pak Presiden Director sedang ada meeting. Okelah....:D
Akhirnya saya diantar oleh sang sekretaris untuk bertemu beliau. 

Saya masuk kedalam ruangan Kerja pak Presdir, yang ternyata langsung Owner dari Perusahaan tersebut. Seperti biasa, saya di minta menjelaskan tentang Pengalaman Profesional . Saya menjelaskan dengan lancar (maklum, hari itu adalah wawancara ke 7, dari 3 Perusahaan sebelumnya). 

Setelah semua saya jelaskan, beliau hanya sampaikan kalau saya memang potensial dan cerdas. Namun gaji yang saya minta terlalu tinggi. Dan saya selama ini di gaji ketinggian (hallo...itu artinya selama ini seharusnya saya di bayar lebih murah). 

Beliau mencoba menanyakan pendapat apabila saya di gaji 40% lebih murah... 
(Sir, are we talking about my salary or what?).
Saya tetap berusaha tersenyum. 

Selanjutnya beliau mulai curhat mengenai HRD Manager sebelumnya, termasuk ekpetasinya.
Saya jadi nyadar, ok. ... spesifikasi saya tidak sama dengan yang di butuhkan.
Kalau boleh jujur, hari itu saya agak kehilangan mood, setelah belau menilai salary saya. Anyway, saya baru sadar Your Words will create world. Hanya saja saya tidak terpengaruh. 



Well.. saya keep moving on...and always keep move on!
Saya juga bahagia, banyak di berikan kesempatan untuk berkenalan dengan orang-orang baru melalui Interview :D

No comments:

Post a Comment