Tuesday, November 23, 2010

MARI BERCERITA (TAPI INI BUKAN TENTANG DONGENG)





....Bebaskan apa yang ada di dalam benakmu dengan Bercerita....

Dulu, saat saya masih punya Bos Expat, rata-rata mereka hobby bercerita ke saya. 

Kenapa ya? Mungkin karena kebetulan profesi saya sebagai HR, mungkin juga karena saya mau mendengar, dan terakhir mungkin juga karena nyambung (maksudnya mengerti bahasa mereka)
Salah satu uneg-uneg tentang kita, para pribumi adalah kebiasaan kita yang enggan mengungkapkan pemikiran kita. 

Wokey, kalo mulai berat dan gerah dengan tulisan diatas, saya akan berbagi lagi uneg-uneg dari para Native Speaker saya di sebuah Kursus bahasa Inggris...
Setali tiga uang alias sama saja....curhat mereka juga tidak beda dengan di dunia kerja (padahal mereka mengkritisi para murid lho).

Orang kita susah menyampaikan pendapatnya atau menceritakan apa yang ada di benaknya.
Kalau pas ditanya, mengerti? (Entah di meeting atau di ruang kelas)..wajah kita langsung Flat..datar...tanpa ekspresi....dan si penanya jadi bingung..mengerti atau tidak ya?
Trust me , saya juga sering memberikan Training, dan mengalami hal yang sama. 

Saya tidak akan mencari Root Cause, mengapa rata-rata dari kita ‘agak keberatan’ untuk menyampaikan pendapat. Tentunya karena butuh suatu penelitian yang panjang mengenai faktor penyebab rata-rata kita akan kesusahan menyampaikan atau mengekspresikan pendapat kita. Pendek kata, saya tidak ingin mencari factors to blaming...better start it with improvement.
Saya akan memberikan saran solusi agar kita lebih bisa berbagi pendapat. 

Caranya dengan metode bercerita. 

Hmmm....
Saya akan berbagi macam-macam bercerita dengan cara yang menyenangkan:



BERCERITA SAAT KITA MENGHADAPI MASALAH

Pernah tidak kita merasa plong ketika kita sudah bercerita, berbagi uneg-uneg dengan bercerita?
Dengan bercerita, kita telah meringankan beban kita bukan?
Seorang pasien datang ke Dokter ketika ingin sembuh, pasti akan menceritakan penyakitnya bukan?
Seorang yang mengalami luka batin, akan datang ke seorang psikiater dengan cara bercerita?
Seorang bawahan yang sedang di panggil oleh atasannya, maka akan menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan alasan suatu kejadian...

Ok, apa yang anda rasakan setelah bercerita. Yang jelas akan merasa plong.
Bagaimana dengan Reaksi si pendengar cerita atau lawan bicara anda.
Hm...pastinya akan macam2, tergantung konteks dialog, atau situasinya. Saya tidak dapat memprediksi reaksi seseorang, namun di akhir artikel, saya akan berbagi Tips untuk BERCERITA DENGAN AMAN.




BERCERITA SAAT KITA INGIN MENYAMPAIKAN PENDAPAT ATAU CONCERN PADA SESUATU

Nah, apabila kita akan bercerita tentang pendapat kita mengenai suatu hal, misal concern pada suatu sistem yang mungkin bisa dilakukan perbaikan, maka yang perlu dipikirkan adalah: Buatlah cerita berdasar pada sebuah fakta penunjang. 

Tanpa Fakta, cerita anda akan dianggap sebagi fiksi atau hayalan. Atau bahkan delusi.
Apabila memungkinkan, tutuplah ‘cerita’ anda dengan usulan perbaikan.




BERCERITA SAAT KITA INGIN MERUBAH SUATU SUASANA LEBIH MENYENANGKAN
Ketika pulang kerumah, berkumpul dengan keluarga, wajah anak kita murung. Kenapa kita tidak bercerita tentang pengalaman bersama dengan anak anda yang dapat memulihkan kegembiraannya?
Begitu juga dengan pasangan kita. Kita bisa menyambutnya dengan cerita-cerita positive. Coba bandingkan 2 cerita di bawah.
Seorang istri, menyambut suaminya yang kelelahan dari Kantor:

Istri A
Pa, sebel deh, masak di Sekolah Dito tadi kepapasan sama Bu Bambang. Trus Bu Bambang bilang gini, Jeung, ini suami saya bakal pindah kantor ke Kantor Pusat lho. Promosi gitu. Kebayang, habis ini rencana saya renovasi Rumah ama ganti Mobil. Papa, kapan ya kita kayak keluarganya Bu Bambang. Aduh, Mama pengen. Padahal ya Pa, kalo di bandingin sama Papa, Pak Bambang khan Cuma lulusan D3, sedang Papa, sekarang khan Papa lagi ambil S2. Kok bisa kalah ya Pa?

Istri B
Pa, mau denger cerita hebat anak kita hari ini nggak? Dia sudah bisa menghapal lagu Twinkle-twingkle little stars lho...udah gitu pake joged2..lucu deh pa. Coba nanti kalo si Imay bangung, coba ditanya, pasti dia akan semangat nyanyinya. Oh ya, tadi si Imay juga seharian nanyain Papa, katanya: ma, papa mana? Lucu ya anak kita...hebat kayak Papa!

Well, pasti semua suami setuju pilih istri B....

Apapun kondisinya. Buatlah lingkungan kita ikut merasakan bahagia dengan cerita-cerita positive. Kalaupun harus menceritakan sesuatu yang tidak menyenangkan, kemas cerita tersebut dengan lebih bijak dan positive, tanpa bumbu-bumbu emosi negative.



BERCERITA SAAT KITA INGIN MEMBANGUN RELASI

Hampir sama dengan bahasan sebelumnya, yang membedakan adalah, dalam hal ini sesuatu yang menjadi perilakuk kita akan menjadi Brand atau merek diri kita, dan akhirnya akan  berpengaruh pada hubungan kita dengan orang lain.
Begini, kalau yang diatas, bisa jadi kita sesekali melakukannya tanpa sadar. Karena faktor emosi, atau situasi lainnya.
Sedangkan dalam hal ini, bercerita, tapi yang tidak di kemas dalam hal positive dilakukan berulang-ulang. Sehingga menjadi Brand, atau merk, atau stempel yang melekat pada diri kita.
Impactnya adalah, akan berpengaruh pada kualitas hubungan kita. 

Memang, untuk kasus tertentu, ada orang-orang yang membangun suatu hubungan dengan cara menyebarluaskan cerita mengenai orang lain, atau yang kita kenal bergosip. Well, kalau kita kaji lagi..hm apa sih untungnya gosip? Lebih banyak manfaat atau kerugian yang ditimbulkan?
Silahkan di jawab sendiri :D



BERCERITA SAAT KITA INGIN MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ORANG LAIN

Nah, saya menyukai BAGIAN ini. Ini bukan lagi kita yang di minta bercerita, namun kita membantu orang lain untuk bercerita. Bercerita yang bisa membantu yang bersangkutan merasa lebih baik, atau memberikan solusi dengan pertanyaan2 yang memancing lawan bicara kita untuk bercerita.
Seru khan? Ini murah tapi hasilnya luar biasa!
Saya akan berikan contohnya.

Suatu hari saya melihat suami saya sedang agak murung. Saya bertanya kenapa dia murung. Dan dia menjawab, waduh hari ini saya kelelahan. Lelah sekali, keliling-liling Surabaya.
Hmm, saya bertanya lagi. Hari ini pasti ada yang menyenangkan. Bapak bisa bercerita ada hal-hal apa saja yang menyenangkan?

Awalnya dia heran, mengapa saya bertanya seperti itu, selanjutnya dia menjawab....
“Ya, aku hari ini ketemu Soto Enak. Itu lho deket masjid Al Falah. Enak banget. Udah warungnya bersih, rasanya enak, harganya juga murah...tadi beli bla bla bla bla...”
GREAT...Wajah suami saya jadi berbinar-binar! Lelahnya pun hilang. Dan percakapan kami ditutup dengan sebuah janji, dia akan mengajak saya untuk makan di warung soto tersebut.
Yang baru saja saya ceritakan sebenarnya metode Appreciative Inquiry (namun saya tidak membahas AI di sini, saya akan membahas di lain artikel :D )
Intinya, kita bisa menciptakan suasana lebih menyenangkan dengan metode bertanya yang membuat orang lain bercerita pengalaman-pengalaman yang menyenangkan pula.

Cobalah pada anak anda ketika pulang sekolah, misalnya: hari ini disekolah ada hal yang menyenangkan apa saja, Ayah boleh tahu nggak? (jangan buru-buru tanya hasil nilai ulangan.. :D)
Anda juga bisa praktekkan pada Rekan Kerja, Atasan dll....

Cara ini mudah, bisa di praktekkan pada siapapun, dimana saja .....




BERCERITA SAAT KITA INGIN MEMBERIKAN NASIHAT PADA ORANG LAIN

Yang terakhir adalah menceritakan pengalaman pribadi yang hampir sama, ketika seseorang datang ketempat kita untuk menceritakan masalahnya. Dan kita menceritakan pengalaman yang serupa, bercerita bagaimana kita bisa melewati masa sulit.
Lewat cerita kita, kita bisa berempati sekaligus menguatkan si Lawan bicara. Bisa jadi cerita kita bisa menginspirasi ybs.
Tentunya  hal ini bisa kita lakukan, apabila kita tahu persis lawan bicara kita, misalnya kita memang memiliki kedekatan, kita mengenal karakternya dengan lain.
Apabila tidak, mungkin saja bisa jadi bumerang, karena lawan bicara belum tentu tertarik dengan cerita kita, dan datang ke kita hanya untuk di dengar, bukan minta solusi (bisa jadi khan?)



Sudah semakin mantap untuk bercerita dan membantu orang lain bercerita. Berikut beberapa tips dalam bercerita:

Positive: ceritakan selalu hal-hal positive. Meskipun sesuatu itu bencana, maka kemaslah sepositive mungkin.

Timing: pilih waktu yang tepat. Ada kondisi-kondisi yang mana tidak bisa kita masuki dengan metode bercerita, misalnya dalam kondisi panik, amarah yang tinggi atau ancaman...

Honest: jujurlah dalam bercerita. Jangan mengarang apalagi membual

Pastikan anda mengenal lawan bicara: ini penting agar anda tidak salah ‘treatment’

Simple: jangan membuat cerita berbelit-belit, berulang-ulang. Orang bisa bosan menunggu atau susah mengerti maksud anda

Apabila anda ingin bercerita, pilihlah orang yang tepat. Bila sifat cerita adalah menyampaikan suatu concern, ceritakan pada bagian yang bersangkutan dan bisa mengambil solusi, apabila cerita bersifat pribadi, ceritakan pada orang yang anda percaya.

Clear dan Jelas: ini sangat penting untuk mengurangi resiko salah paham pada cerita anda

Selamat BERCERITA....(remember, tell the story, positively)

1 comment:

  1. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435H.
    Informasi yang sangat BERMANFAAT..
    Terima kasih..
    Semoga SUKSES & Salam KENAL dari :
    ==============================

    Paket Usaha Ayam Tulang Lunak “GEROBAKAN”
    ~
    ..Bukan SULAP bukan SIHIR
    Asap di GEROBAK, jadi UANG di KANTONG anda..
    ~
    Paket Usaha Ayam Tulang Lunak “GEROBAKAN” merupakan
    paket usaha kuliner yang mudah dijalankan,
    murah & mempunyai tingkat pengembalian modal yang sangat singkat.
    Hanya dengan Rp. 7.500.000,- Anda sudah dapat menjalankan
    BISNIS KULINER yang terbaik saat ini.
    ~
    Anda akan mendapatkan :
    -. Gerobak
    -. Peralatan masak bakar
    -. Peralatan masak goreng
    -. Kompor, tabung gas & regulatornya
    -. Brosur
    -. Spanduk
    -. Poster
    -. Produk Awal Ayam Tulang Lunak
    -. Kaos
    -. Training (Pelatihan) PELAYANAN (khusus mitra dalam Jabodetabek)
    ~
    Materi inti Training Pelayanan :
    -. Tata cara persiapan pembukaan outlet.
    -. Tata cara membakar & menggoreng ayam tulang lunak
    -. Tata cara menyajikan ayam tulang lunak
    -. Tata cara menyimpan ayam tulang lunak
    ~
    Silakan kunjungi web kami:
    ~
    www.tulanglunakgerobakan.com
    ~
    atau :
    Telpon & HP :
    081318374450 (Telkom)
    08561070103 (Indosat)
    081806396669 (XL)
    021-94946600 (esia)
    021-70264774 (Flexi)
    Kantor: 021-4759274
    PIN BB : 28C97C54
    email : bumi.amrita@ymail.com
    ~
    & dapatkan kemudahan & keterangan lebih lanjut.
    Menu-menu andalan kami adalah :
    1. Ayam Bakar Tulang Lunak
    2. Ayam Goreng Tulang Lunak
    3. Pepes Ayam Tulang Lunak
    4. PepesCeker Tulang Lunak
    5. Bebek Bakar & Goreng
    ~
    Paket Usaha kami berikut menu andalannya telah diliput oleh :
    - Trans TV – Prog Jelang Siang – 28 November 2011 Pk 12.30 WIB
    - ANTV – Program Topik Pagi – 18 Juni 2012 Pk 04.45 WIB -> klik di sini
    dgn URL : http://www.youtube.com/watch?v=WrC1PvqExXc
    ~
    Program Usaha Ayam Tulang Lunak Gerobakan :
    1. Program Dalam Kota
    2. Program Luar Kota ( Program Master Mitra Mandiri)
    Terdiri :
    -. Paket Usaha Standar
    -. Mesin Presto
    -. Training Produksi
    Training Produksi bisa dilakukan di Jakarta atau di tempat mitra.
    Info lebih lanjut bisa dilihat di :
    http://www.tulanglunakgerobakan.com/mfm.html
    ~
    Ingin mencicipi sebelum bermitra ? Silakan order Paket Tester kami yg berisi :
    4 potong ayam tulang lunak (bisa dibakar & digoreng).
    2 pepes ayam tulang lunak
    2 pepes ceker ayam tulang lunak
    2 bebek presto (bisa dibakar & digoreng)
    1 bungkus SAMBAL khas gerobakan
    ~
    Untuk wilayah Jabodetak, kita antar ke tempat calon mitra
    & calon mitra bisa langsung berdiskusi dengan ACCOUNT OFFICER (AO) kami..
    ~
    Tunggu apa lagi, langsung silakan order…
    ~
    SUKSES sudah ada di depan mata kita, AYO BER-WIRAUSAHA !
    ~
    ~

    ReplyDelete