Monday, October 11, 2010

MELAKUKAN PERUBAHAN KECIL MELALUI POSITIVE REINFORCEMENT




Ide dasarnya didapat saat mempelajari Change Management...

Tapi saya akan menuliskannya tidak dalam bentuk Theory, agar lebih mudah di mengerti dan dapat di aplikasikan ke dalam kegiatan sehari-hari...apakah di rumah tangga, pola asuh anak, di kantor (dengan rekan kerja, atasan dan team kita).

Positive reinforcement diterjemahkan dalam bahasa bebas adalah penguatan positive. Biasanya di lakukan untuk menguatkan suatu perilaku yang kita inginkan, tentunya lebih fokus pada sikap positive yang ingin di munculkan bukan dengan pada sikap negative yang ingin dihilangkan.

Masih bingung... 

Okay..ambil contoh saja untuk memudahkan. 

Kinan sekarang hobi banget lempar-lempar apa saja ke Ibunya. Terakhir dia hobi lempar juga ke temannya. Sebagai Ibunya, saya tampil berusaha untuk mendidiknya..he he he daripada malu dikira  gak pernah ngajarin hal baik. 

Kembali berbagai macam cara dikerahkan...

Mulai memberitahu dengan bahasa baik, mendoakan tangannya, bahkan memberikan konsekuensi atas perilaku negative tersebut. 

Setelah itu saya mencoba berdiskusi panjang dengan teman kuliah saya, dan beliau memberitahu bahwasannya Perilaku tersebut memang sesuai dengan usia Kinan dimana masih pembentukan Motorik. Selain itu usia 2 tahun, adalah usia dimana Batita tidak tahu bagaimana menyampaikan keinginannya secara verbal. Mungkin bisa jadi dia protes akan sesuatu atau apa. 

Saya mencoba mempelajari perilaku Kinan yang suka melempar-lempar. 

Well, saya tahu, Kinan akan melempar setiap kali saya di depan Laptop atau melihat televisi. Intinya perilaku melempar akan dilakukan Kinan setiap kali dia ingin meminta perhatian dari saya. 

Maka saya memutuskan untuk merubah diri saya dulu agar perilaku yang positive yang diharapkan muncul dari Kinan. 

Setiap Kinan mendekat ke saya pada saat di depan laptop, maka saya akan mengajak dia untuk melihat rekaman video kesukaan Kinan. Dia tampak bahagia, dan dia bila dia bosan, maka dia akan meninggalkan daya untuk aktifitas lain. Dan efektif, cara itu menghentikan kebiasaan Kinan untuk melempar. 


Lantas apa positive reinforcement-nya....
Saya melakukan appresiasi pada Kinan sudah berperilaku positive sesuai yang diharapkan.
Saya tidak memberikan hadiah. Tapi saya memberikan pelukan hangat pada Kinan, dan saya katakan terima kasih karena telah menjadi anak yang baik. 


Positive Reinforcement disini adalah pujian dan penghargaan pada saat perilaku yang diharapkan muncul.

Sedikit gambaran, negative reinforcement adalah kebalikannya dimana memberikan konsekuensi pada saat perilaku yang tidak di harapkan.

Jadi dalam hal ini, Kinan di berikan pujian atas tindakan tidak melempar, bukan hukuman ketika dia melakukan kesalahan yang tidak diinginkan. Tentunya setelah pemicu perilaku yang tidak diinginkan tersebut dilihat alasannya dan dibenahi. 

Nah, sekarang kita coba mencoba melihat secara praktis Positive Reinforcement dan kemungkinan di lakukan di kehidupan sehari-hari: 

·         Tingkat Klaim kesehatan di sebuah Perusahaan meningkat tajam. Reinforcement Positive yang bisa dilakukan adalah memberikan Penghargaan kepada Karyawan yang Sehat :D

·         Seorang karyawan sering sekali datang terlambat, maka dia akan dipuji pada saat dia tidak terlambat, dan bukan amarah meledak dari sang boss pada saat dia terlambat :D

·         Pasangan kita seringkali susah mengantar kita, maka kita perlu memuji dia ketika dia mau mengantar kita :D

Sekali lagi, kuncinya adalah: memberikan apresiasi atas perubahan positve pada perilaku mereka!

Butuh kesabaran untuk melakukan positive reinforcement...namun yang perlu kita percaya adalah..pada dasarnya semua orang adalah bertujuan baik hanya saja cara-cara mereka kadang kurang tepat, nah tugas kita untuk membantu memudahkan mereka untuk melakukan perubahan positive.

Semoga kita semua selalu bermakna bagi orang-orang disekitar kita

Let’s start positive reinforcement.



No comments:

Post a Comment