Monday, October 11, 2010

FOR MY DAUGHTER...

Pagi ini, bangun tidur...saya langsung memandangi Kinanti....

Lucu, menggemaskan, menyenangkan.... Jujur, hari2 terakhir ini (kurang lebih 40 hari terakhir), banyak waktu yang bisa dilakukan bersamanya. Dan sekali lagi saya bersyukur karena di berikan kepercayaan menjadi ibunya dan menghabiskan waktu yang indah itu bersama Kinanti. 




Kinan hadir, saat saya sudah melewati pertanyaan panjang dan keihlasan pada Tuhan untuk menjadikan saya jadi seorang Ibu. Saat itu saya telah menyerahkan keputusan pada Kehebatan sang Khalik, dan percaya apapun hasil akhirnya adalah keputusan yang terbaik buat.

Kinan hadir, tentunya membawa kebahagian yang yang tak tergambarkan. Dia alasan untuk untuk terus bermimpi dan berusaha menggapai mimpi. 

Kinan hadir, sesosok anak mungil yang di titipkan oleh sang Maha Kuasa, untuk menjadikan hidup lebih bermakna, tempat mencurahkan segala cinta dan kasih...
Dia alasan untuk saya, Ibunya, tetap kuat berdiri......



Seperti para Ibu-ibu yang lain, saya sempat berpikiran Kinan anak yang paling cantik, paling pintar, paling lucu, paling, paling ...segalanya deh.

Namun itu membuat saya memberikan target-target konyol pada Kinan dan kembali kepada kondisi ketidak puasan. Secara tidak sadar membuat tindakan kadang membandingkan Kinan dengan anak2 lain..melihat kehebatan anak-anak lain...dan sibuk melihat apa sih kelebihan Kinan dan apa yang Kinan belum bisa lakukan.

Dan dengan rasa tidak berpuas diri, terkadang menciptakan kondisi agar Kinan dapat mengejar ketinggalan-ketinggalan yang ada. 

Namun itu artinya tidak memberikannya kebebasan untuk berkembang.
Itu artinya saya menciptakan dunia untuknya....
Itu artinya saya sebagai ibu tidak fair kepada si Kecil Kinanti...

Salah satu contohnya adalah ketika Kinanti tidak mau makan. Dengan alasan demi dia tidak sakit, kurus dan sebagainya, saya melakukan berbagai cara untuk membuat Kinan mau makan. Mulai cara halus, bujuk rayu, bermain, memilihkan variatif makanan dsb...dan akhirnya pemaksaan....



Namun saya tahu ada yang salah pada hal ini. Bukan Kinan yang harus berubah. Tapi sayalah yang harus berubah, setelah itu baru meminta Kinan untuk mengerti, tentunya dengan cara anak-anak. 

Saya banyak membaca, mencari artikel yang membuat saya mengerti, kenapa perilaku tersebut bisa terjadi pada Kinan. 

Sampai saya pada suatu jawaban, itu hal yang wajar pada anak-anak! Secara insting, ketika dia lapar, toh dia akan makan! Dia tetap anak manusia.. :D

Akhirnya, segala tuntutan agar Kinan mau makan saya hilangkan dari pikiran saya sebagai Ibu.
Hasilnya, saya lebih bisa menikmati ‘ritual’ makan dengan Kinanti. Saya tidak membuat target lagi yang mengakibatkan kami berdua sama2 frustasi. Saya mengikuti pola keinginan Kinanti, tetap teratur..tapi TANPA MEMAKSA. 

Itu dulu. Saat Kinanti berusia 8-9 bulan. Sekarang gigi Kinan sudah 15, dan hampir lengkap. Dia sudah bisa makan teratur. 

Itu hanya satu contoh. 

Kebiasaan kebiasaan lain, saya membebaskan Kinan kecil pe-de dengan pilihannya. Dia sekarang sudah bisa menentukan menu makanannya, bisa menentukan baju yang akan di pakainya, dia menentukan acara anak-anak yang di tontonnya, menentukan kegiatan bermainnya. 

Sebagai ibu, saya hanya tetap kreatif mengenalkan dunia-dunia baru dalam bentuk pilihan-pilihan untuk Kinan tentukan hasil akhirnya :D



Saya cuma seorang Ibu bagi Kinan, yang memberikan kebebasan bertanggung jawab bagi nya, agar dia tumbuh dewasa menjadi wanita yang mandiri, berani mengambil keputusan bagi dirinya dan konsekuen atas pilihannya. Tentunnya tanpa melupakan kodrat alaminya sebagai calon istri dan ibu bagi anaknya.



.....teach your child to understand what they want to be...not what you (as a parent) want to be.....

Have a wonderful day with your family....

IF I COULD (Celine Dion)
.................................

If I could, I would teach you, all the things I've never learned
And I'd help you cross the bridges that I've burned
Yes, I would

If I could, I would try to shield, your innocence from time

But a part of life I gave you isn't mine
I've watched you grow, so I could let you go

If I could, I would help you

Make it through the hungry years
But I know that I can never cry your tears
But I would, if I could

If I live in a time and place where you don't want to be

You don't have to walk along this road with me
My yesterday won't have to be your way
And if you ever, ever need sad shoulder to cry on
I'm just someone to talk to, I'll be there.....


4 comments:

  1. tulisanmu.. ngentek-ngenteki tissue.... aku terharuuuuuuuuuu..

    ReplyDelete
  2. Meski anonymous..aku bisa tahu siapa yang nulis ini...
    Mwakaassssih sanget sist.....
    Tulisan ini adalah ungkapan sesungguhnya buat Kinan...

    ReplyDelete
  3. Sungguh beruntung menjadi seorang Kinan dengan ibu yang hebat. Proud of you,,,mam

    ReplyDelete
  4. Makasih...aku cuma ingin, Kinan jadi yang terbaik buat dirinya dan sekitarnya.....

    ReplyDelete