Monday, September 27, 2010

Damai adalah Memaafkan

Sebelum saya lupa beberapa hal yang saya dapatkan di kuliah Pengembangan diri – MPPO UNAIR, saya akan menceritakan dan membagikan pada sahabat-sahabat saya.

.................................
Suatu hari yang cerah seorang Guru memulai pelajaran hari itu dengan meminta murid-murid TK Besar-nya dengan permainan yang menarik


.....Anak-anak, Ibu sudah menyiapkan sekeranjang kentang disini. Ibu juga sudah menyiapkan banyak kantung plastik dan Spidol.
Nah sekarang ibu akan meminta kalian membayangkan teman-teman yang tidak kalian sukai.
Tugas kalian mudah, ambil kentang sebanyak teman yang tidak kalian sukai. Tuliskan namanya di kentang-kentang itu masukkan kedalam kantung plastik....


Langsung kelas menjadi ribut, dan anak-anak itu antusias mengerjakan permintaan dari Sang Guru.
Ada yang mengambil 1, 2 ada bahkan yang mengambil 5 kentang sekaligus.
Setelah seluruh murid menyelesaikan tugas pertamanya, si Guru pun berkata
.....Sekarang tugas selanjutnya sangat mudah. Bawalah kantong plastik yang telah kalian isi dengan kentang-kentang tersebut, kemanapun engkau pergi, termasuk ke Toilet sekalipun...selama seminggu....!
Dan kelas itu pun selesai.

Seluruh anak-anak tersebut membawa bungkusan kentang-kentang tersebut kemanapun mereka pergi. Bermain, belajar, tidur, bahkan ke toilet.
Mereka mulai merasa bosan. Bungkusan kentang itu semakin menyusahakan aktivitas mereka, apalagi mulai menimbulkan bau yang kurang sedap, dan berat..!


Setelah 1 minggu berlalu. Waktunya murid-murid bertemu sang Guru.
“Apa yang kalian rasakan anak2”

Sontak mereka menjawab
......berat, bu.....
......Kentangnya bau....
......merepotkan......
......ditertawakan kakak dan adik....
......dan banyak respon negative lainnya....

Sang guru pun tersenyum.
Well, kentang sebenaranya analogi dari orang-orang yang kita tidak sukai selama ini. Dan kantong plastik adalah hati kita!
Kalau kita menyimpan rasa benci, dendam, maka menyusahkan hati kita sendiri.
Semakin banyak orang yang kita benci, semakin berat hati kita menjalani hidup ini.
Apalagi bau, akan tercermin dalam perilaku dan sikap kita.....

So, belajarlah mulai memaafkan orang-orang yang tidak anda sukai.
Saya tidak minta anda melupakan (it is an optional!)

Yang penting rasa maaf ada disana.
Itu dulu.
Kalaupun kita ingat kejadiannya, kita akan mentertawakaanya karena mereka sudah kita maafkan.

2 comments:

  1. Nice Note Sist....seperti sabda Rassulullah ...
    “Ada tiga hal yang jika dimiliki seseorang, ia akan mendapatkan pemeliharaan dari Allah, akan dipenuhi dengan rahmat-Nya, dan Allah akan senantiasa memasukkannya dalam lingkungan hamba yang mendapatkan cinta-Nya, yaitu (1) seseorang yang selalu bersyukur manakala mendapat nikmat dari-Nya, (2) seseorang yang mampu meluapkan amarahnya tetapi mampu memberi maaf atas kesalahan orang, (3) seseorang yang apabila sedang marah, dia menghentikan marahnya.” (HR. Hakim). Insya Allah .. akan selalu bisa menjadi orang yang pemaaf.. krn sesungguhnya dialah pemenangnya ....

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sist....
    I admire your spiritual sense :D
    Memang kalau kita melihat dari sisi Islam, kita juga diajarkan hal yang sama...

    Have a wonderful day, as always..my dear sister

    ReplyDelete