Monday, October 14, 2013

ketika generasi tenda biru bertemu dengan generasi naruto




How lucky I am have amazing opportunity to have quite close relationship with Gen Z. Sebagai seorang Recruiter sekaligus penanggung jawab Talent Management, profesi saya mengharuskan banyak dekat dengan para Generasi ‘Text Me’ alias generasi dengan usia 20an....

Mulai menjadi Ibu di Departemen yang berisi Generasi berusia kurang dari 30an, mencari para Fresh Graduate dari beberapa Perguruan Tinggi, sampai mengurus  manajemen talenta bagi para Management Trainee yang notabene saat ini berusia 20-an itu. Menyenangkan bukan? Yup, paling tidak kelincahan, energi dan dinamitas mereka menular pada saya dan memberikan spirit yang luar biasa. Pendek kata I keep ‘Young at Heart’ laaah (nyuplik judul lagu daur ulang Frank Sinatra yang dinyanyiin sama si Michael Buble). 

Mulai memahami bahasa-bahasa gaul mereka, pola pikir mereka yang serba cepat secepat munculnya menu-menu baru di Play Storenya Android icon gaul mereka. Paham atas impian mereka, dan apa yang berbeda dari Generasi saya dan generasi mereka. Mereka haus akan kebebasan berkreasi dan bertindak, sementara di lingkungan kerja tidak memfasilitasi keinginan mereka untuk bergerak, itulah yang kemudian Generasi ini dianggap kurang punya daya juang yang tinggi. Mungkin ketelatenan Generasi sekarang memang kurang di stimulasi dalam berproses. 

Monday, April 15, 2013

Proud of my job: Perkenalan, kami team Recruitment


Recruitment Team

 Ide awal menulis kembali serial Proud Of My Job, saat timbul ide menuliskan tentang potongan-potongan kejadian saya dengan tim kecil. Mengapa mereka? Setelah lebih dari 13 tahun, akhirnya saya paham bahwa mereka adalah keluarga kedua. Bayangkan berapa jam sehari saya harus berinteraksi, berkoordinasi, dengan segala daya upaya berkolaborasi untuk mendorong mereka memberikan kinerja terbaik. Well, mereka manusia, saya pun manusia utamanya wanita yang konon penuh dengan kesensitifan yang harus dipahami oleh sekitar (hwa ha ha ha, egois bukan). 

Anyway, tim saya berisi 4 orang lengkap dengan kekuatan masing-masing yang akan menambal kekurangan yang lainnya. Mereka terdiri dari manusia-manusia pintar dari generasi masa kini dengan latar belakang dan cara pandang yang berbeda. Berurutan dengan waktu bergabungnya, mari saya kenalkan 1 per 1 profil mereka. 


Monday, April 8, 2013

The Amazing Ampel


Masjid Agung Sunan Ampel, Surabaya
 
Pernah dengar kawasan Sunan Ampel di Surabaya? Sebuah tempat Ziarah Makam Sunan Ampel dikawasan Surabaya Utara. Setelah hampir usia saya 36 tahun, untuk pertama kalinya bisa berkunjung ke Sunan Ampel. 

Sayangnya pada saat ke Kawasan Sunan Ampel Surabaya, idenya tercetus secara kebetulan. Tanpa rencana, tiba-tiba suami saya membelokkan kendaraan ke kawasan tersebut dengan alasan mencari buah Kurma. Violaaah...dan tiba tiba dia memarkirkan kendaraan didepan kawasan Sunan Ampel.

Kebetulan sekali saat saya berkunjung cuaca sedang mendung sehingga Surabaya yang biasa menyengat tidak dirasakan. Selain itu, konon kawasan ini sangat ramai, tapi waktu saya kesana, tidak terlalu padat pengunjung. Mungkin karena sudah sangat siang, selain itu mungkin bukan tanggal muda ya ha ha ha....

Friday, March 22, 2013

Value of Money


source: www.planyourescape.ca


If you want to feel rich, just count the things you have that money can not buy (Devie)

Violaaa...

Akhirnya menulis lagi. Kalo mau menggambarkan kondisi saya saat ini benar-benar sedang kelelahan secara pikiran setelah menghadiri acara Pelatihan Finance For Non Finance. Bukan kelelahan Pelatihannya, namun lebih kearah masih kebingungan dengan materi yang menggunakan terminologi-terminologi yang tidak ‘akrab’ ditelinga dan dikepala saya.

Sungguh, saya sampai bilang sama Pak Devi, sang pelatih sekaligus fasilitator Workshop: Jangan heran ya Pak kalo wajah saya so Flat (but not fix) soalnya saya sendiri sedang struggle merangkaikan peta logika bahasan baru. Termasuk mencoba mengunyah rumus-rumus baru dan menelan kedalam tubuh, untuk selanjutnya mengalir seirama dengan aliran dalam diri menjelma menjadi pemahaman baru. 

Seharian saya merasa stuck didalam sebuah kelas dan sibuk mempertanyakan: Hey, kenapa bisa lulus dari MPPO dengan prestasi akademisi yang lumayan? Apakah selama ini pengajar disana salah memberikan nilai? Lantas kalau salah, mengapa sampai berjamaah? He he he, sudahlah, setiap orang pandai dibidangnya. Yang terpenting saya masih punya nyali dan semangat untuk belajar melintas dari keilmuan dan profesi yang saya dalami. 

Anyway, mulailah pikiran saya berimajinasi membayangkan apa yang saya pelajari hari ini. Keuangan atawa Finance. Kalau boleh jujur saya menderita migrain mendadak setiap kali melihat deretan angka dan rumus-rumus logika. Jujur saja pembaca, saya anti dengan deret angka dan rumus. Tapi saya berpendapat, kalo mau maju harus melintasi batas. Saya mencoba memahami dari banyak sudut pandang sehingga bisa berpikir dan bertindak lebih bijak lagi. 

Monday, March 11, 2013

Salatiga: Kota Selamat Datang - Sampai Jumpa Kembali


Pemandangan Kota Salatiga - rovien.com


Ternyata sudah lebih dari 1 bulan saya tidak menulis apapun. Honestly, dalam kepala saya banyak sekali yang ingin dituliskan, namun akhir-akhir ini saya memilih menyalurkan hobi membaca dibandingkan semangat untuk menulis. Dan kali ini saya akan menuliskan dengan ringan petualangan saya di kota Salatiga. 

Profesi sebagai recruiter memberikan kesempatan bagi saya untuk melakukan perjalanan dinas di Kota Salatiga untuk mengikuti Job Fair di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga selama 3 hari. Mengikuti Job Fair ataupun mengadakan Rekrutmen di beberapa Perguruan Tinggi di luar Jawa Timur merupakan inisiatif baru Departemen tempat saya berkarya, untuk mendapatkan talenta-talenta agar bisa bergabung dan berkarya.

Salatiga terletak +/- 1 jam dari Kota Semarang, yang dikeliling Pegunungan, dengan Iklim yang sejuk. Seperti judul diatas, karena Salatiga adalah kota kecil, beberapa teman menganalogikan Kota selamat datang dan tidak lama kemudian kita akan mengatakan ‘sampai jumpa’ he he he.... Ada lagi rekan saya yang lain menganalogikan sedikit kejam, bahkan orang berteriak kencang di Salatiga, maka semua penghuni Salatiga dapat mendengarnya. Anyway, tidak sedemikian kecilnya kok...

Grand Wahid Hotel Salatiga - rovien.com